Tuesday, October 1, 2013

dari salah satu tulisanku kala itu.

tentang mu (sedikit)

Malam ini begitu menarik. bulan purnama pada pertengahan syawal ini begitu terang menderang. Seakan sempurna untuk lampu yang berderang bagi alam.
seteguk sanger di awal malam beranjak, kembali menyegarkan hati ini. Memang sudah sangat lama tidak merengguk sanger (minuman khas Aceh itu). Rasa kopi yang sedikit pahit bercampur rasa manisnya susu kental manies seakan merupakan replika hidup ini yang seimbang anatara manies dan pahit.
duduk di warung kopi di awal malam ini, sebenarnya bukan aktivitas yang di rencanakan, akan tetapi kesempatan yang berdatang karena tergoda secangkir sanger panas dan kental.
Berbeda dengan warna bulan yang cerah atau rasa sanger yang mantap, hati ini sungguh berada di luar jangkauan. Jauh pergi melanglang buana dengan perasaan yang tidak menentu ini. Seakan jiwa dan raga tidak bersama, ada sedikit roh yang terpasung pada raga yang lain.
Raga yang beberapa waktu terpuja oleh rasa yang tidak pernah terduga. Berhadir tanpa perencanaan dan ternyata sungguh menyita waktu dan perasaan. Terkadang basah oleh ceria dan terkadang kering kerontang karena duka yang tidak berbentuk.
Sungguh, aku tidak tau itu, apakah harus dirutuki dengan berdarah-darah atau justru harus didyukuri dengan mata berbinar.
Rasa yang sebenarnya perlu dipertanyakan, apakah harus dipertahankan atau segera dihapus dan dibuang. Tapi apakah semudah itu?
Tidak mudah, kala tidak punya secuil komitment karena hanya menduga-duga dari tatapan mata, gerak tubuh, suara pesan yang menderit di HP sedangkan dari lisan tidak pernah terdengar kebenaran yang nyata. Semua berdasarkan dugaan yang bisa saja diputar balikkan dengan semena-mena, karena tidak cukup mental untuk bisa bertahan atau mempertahankan..
dan aku adalah korban segar yang ditertawakan..
Rasa itu memang bodoh adanya, di luar logika dan akal sehat. Namun cukup membuat hati ini sedikit tercoreh bahagia walau bergunung derita.
dan begitulah rasa itu adalah cinta.
hilangkan atau pertahankan, sampai aku bosan dan melangkah pergi..

No comments:

Post a Comment