Wednesday, December 25, 2013

24 Desember 2013, menjelang akhir tahun

Rumput tetangga memang selalu lebih hijau.
kadang kala pepatah itu memang benar adanya [bagi saya terutama].
ehm..
tapi yang harus digaris bawahi adalah penempatan kata "kadang"
kata "kadang" ini menindentifikasikan kepada sesekali, [artinya tidak selalu]
dalam hal ini saya tidak akan membuat perandaian orang, tapi merujuk kepada saya saja.
nah, begini ceritanya.
[macam dongeng aja :) ]

Ketika mendengar ibukota, hal yang langsung terbayang dibenak saya adalah "macet",
yach, aku sangat membenci bergerak pelan, bahkan terkadang stuck dengan kondisi gerah dan panas di dalam sebuah angkotan umum, belum lagi dengan iringan dendangan lagu dari pengamen yang memekakkan telinga, itu baru satu kata,
belum lagi pedagang yang berserakan di sepanjang jalan, diatas trotoar [yang seharusnya di pakai untuk pejalan kaki -_- ], diantara ruko-ruko sempit, di bawah pepohonan rindang, hingga kepinggir jalan dan memakai badan jalan, nah yang lebih parah lagi jika ada adengan "pasar tumpah",
belum lagi ada adegan angkot yang bergerak "semau guwe", berimpit-impit, ngetem di pinggir jalan dan terlalu banyak,
ah, itu hanya sedikit saja yang berhadir dalam bayangan otak saya, belum lagi pemandangan para gembel yang memprihatinkan, para lansia yang tidur di trotoar jalan [kasihan], sungai yang berwarna hitam, sampah yang berserakan hingga pengap karena gedung yang semakin tinggi mencakar langit.

... baiklah, pending saja, padahal tadi saya ingin menambahkan beberapa lembar foto, namun berhubung koneksinya sangat buruk, maka kita batalkan saja ;)...

kembali lagi ke kata ibukota, pada intinya yang terbayang adalah keruwetan, macet, berisik, udara kotor, sungai yang jorok, angkot yang berjibun, pedagang kaki yang tidak tertib, motor yang berlimpah .... dll
ah, sudah seperti rutukan saja..

tapi di kota besar, mengajarkan makna dari kerja keras, kemauan, kedisiplinan, berhemat, kemandirian, ketekunan, menghargai kehidupan bahkan menghargai pekerjaan yang sudah anda dapatkan sekarang, karena mencari pekerjaan sangatlah susah disana apalagi bagi seseorang yang tidak memiliki skill khusus dan pendidikan yang mampuni [yang berijazah saja sangat sukar mendapatkan pekerjaan apalagi yang tidak memilikinya].

di kota besar semua berjalan begitu cepa, dan bahkan semua orang harus berlari untuk mengerjakan sesuatu, karena jika dia tidak sigap, cepat dan gesit maka orang lain sudah siap menghadang dan menjungkalnya untuk keluar dari posisi yang sudah di dapatkannya dan tentu saja siap menggantikannya.
memang berat persaingan disana, maka jangan heran jika banyak orang bekerja bertahun-tahun pada bidang yang tidak disukainya sama sekali dan dia  bertahan karena persoalan ekonomi yang mendesak dan tentu saja alasan susahnya mendapatkan pekerjaan di kota besar.

Menghargai kehidupan.
Mengapa dengan penggalan frasa diatas..?
begini, dari keruwetan ibu kota, seperti yang sudah saya katakan tadi banyak dari para pekerja yang mengerjakan hal-hal yang tidak disenanginya namun tetap saja harus dikerjakan karena tuntutan ekonomi yang semakin besar, nach bagi penderita hal ini, saran yang saya adalah menghargai kehidupan yang sudah anda  da[atkan sekarang.

bukan berada pada stuck, namun disebalik upaya anda untuk mendapatkan pekerjaan yang berkesesuaian dengan selera anda maka menggalan frasa diatas harus anda terapkan lebih dahulu.
menghargai bisa berkonotasi pada makna mensyukuri.
kata syukur menbuat hati menjadi lapang dan luas dari impitan perasaan "terpaksa" karena deadline kantor dan bos yang judes.

bagaimanapun pekerjaan yang telah anda dapatkan sekarang maka menghargai apa yang sudah kita punya sekarang menjadi pointer yang sangat besar, karena jika kata menghargai itu tidak berhadir maka tentu saja kata syukur itu tidak ada maka jangan harapkan ketenangan dalam jiwa dan diri anda akan anda dapatkan.
Hal ini tentu saja sangat beresiko pada detak jantung anda yang kurang stabil, tekanan darah yang selalu meninggi, raut muka yang selalu kaku maka resiko terserang penyakit akan menjadi tinggi..

Alangkah baiknya memang jika mendapatkan pekerjaan yang berkesesuian dengan minat, tapi mengerjakan apa yang sudah anda dapatkan sekarang dengan syukur yang berlimpah tidak buruk tentunya.
maka disini anda akan belajar "berikhlash" di sepanjang waktu dengan disertai rasa syukur atas apa yang anda dapatkan sekarang.
maka jiwa dan hati anda kan lebih damai dan tenang. Maka raut wajah menjadi cerah dan hidup :D




No comments:

Post a Comment