menjalani rutinitas pagi walau terkesan seperti biasa namun tetap saja memiliki beragam prioritas.
mulai dari bersepeda, menyapu halaman, menyuci, menggosok hingga menyabuti rumput panjang dihalaman rumah belakang.
Beberapa pagi ini kulalui dengan sangat tidak menarik. bukan salah siapa namun salahku jua. sering menumpuk pekerjaan. nah ketika masa deadline datang aku sendiri yang kerepotan.
jika ditanya kemana saja dan ngapain, aku juga bingung menjawab apa. karena tidak jua aku berleha-leha tiduran atau nonton.
nah, agenda harian memang menjadi kacau dalam tahun ini, prioritas yang sangat penting, penting hingga no prioritas memang sudah sering terabaikan.
kalau kata temanku, tidak mampu berkonsentrasi dengan baik..
kadang itu benar jua adanya, terkadang sedang menggebu-gebu mngerjakan sesuatu namun ketika teralihkan dalam pembicaraan kecil nan riangan aku pun terlalu begitu saja.
dan pekerjaan yang sedang kukerjakan tadi memerlukan waktu lama dengan tingkat konsentrasi tertentu untuk kembali memulainya..
nah yang paling parahnya lagi terkadang terlupa harus memulai dari mana -_-
begitu juga pagi ini..
hati dan fikiranku kembali mendua..
pagi-pagi sudah bangun, shalat dan mulai mengerjakan sesuatu dengan deadlini sendiri, namun lagi-lagi fikiran dan hatiku terpecahkan akan satu objek lain yang sering kali mengusik imagiku.. dan akhirnya aku terpaut dengan tulisannya..
dan pekerjaanku.. kembali kuabaikan begitu saja.
sering ini terjadi, apakah aku membutuhkan seseorang yang mengawasi hasil kerjaku atau malah butuh kata-kata menoreh panjang di hati ini?
namun pagi ini hatiku tetap mendua. mendua pada rasa yang selalu berkelebat dalam otakku, kala semua aktivitas berjalan sebagaimana mestinya. kala mempersiapkan tidur lelap di malam hari atau bangun kala pagi buta..
dan tentu saja walau aku merutuki akan menduanya hati itu, namun tetap saja aku mencari dan memasukkannya kedalam otak dan hatiku.
alasannya?
satu kalimat saja
-- aku menyukainya--
No comments:
Post a Comment