Malam ini cerah sangat..
walaupun tidak dengan bulan purnama pada awalnya..
langit terlihat bersih, dengan gerlap gemintang di beberapa sudut, menambah cantik peraduan malam.
Pada Awalnya saya tidak terlalu ambil pusing dengan pergantian sore beranjak malam.
Namun serasa langit menggoda saya untuk menikmati keindahannya.
dan aku pun tergoda..
Selepas shalat magrib di salah satu mesjid [Menikmati Shalat magrib dengan syahdu] yang berada di kawasan Lamprit. aku mulai menjejakkan kaki keluar dari mesjid sembari memperhatikan beberapa pasangan muda yang sedang menggendong putra-putri mereka dengan mesra. -aku pun tersenyum melihat kebahagian mereka-
Dan aku mulai menuruni tangga mesjid dengan perlahan, dan tanpa sengaja aku melirik ke langit, dan Subhanallah. aku suka.!
Sehingga akupun terdiam sejenak. dan mulai memandangi langit dengan penuh cinta.
Bukan karena ada bintang jatu, komet yang berjatuhan, ataupun bulan yang menggantung indah.
Namun hanya langit yang cerah, tanpa bulan, dan tanpa awan. langit yang begitu bersih dengan gemintang di beberpa sudut. begitu sederhana namun sungguh menawan..
Dan suasana hatipun ikut berubah, aku pun tersenyum sendiri [tanpa sadar]
Memandangi langit dengan penuh cinta, tiba-tiba hati terbersit syukur pada-MU Rabb..
Akupun mulai melangkahkan kaki dengan gontai menuju sepeda motorku yang sedang terparkir di pelataran mesjid tersebut.
Manaikinya dan menggunakan helm bututku.. sebelum menghidupkan sepeda motor itu, aku kembali menatap langit yang indah..
dan lagi-lagi aku hanya bisa berkata -- menawan--
aku memang bukan seorang penulis atau pujangga yang memeiliki ribuan kata yang mampu menggambarkan pesona keindahan alam yang di ciptakan Rabb..
aku hany seorang pengagum saja. tidak memiliki cukup banyak kata untuk mengeluarkan rasa kagumku pada keindahan alam melalui rentetan kata dan tulisan..
Teerkadang aku sering membayangkan diriku ini adalah seorang penulis, dan tentu saja malam yang menawan ini akan aku rangkai dalam kalimat indah penuh dengan cinta kepada si pembaca. dan tentu saja dengan membaca saja seakan akan mereka juga turut hadir pada moment sederhana dan cantik di malam ini..
Dan dengan perlahan kuhidupkan sepdea motor hitamku keluar dari pelataran mesjid menuju ke jalan raya.
menuju ke rumahku tercinta.
kembali pulang..
dan tentu saja kembali lagi dengan rutinitas malamku..
- hati ini penuh syukur dan cinta pada-MU Rabb [jangan cabut rasa cinta dan syukurku Pada-MU]---
Rangkaian kata yang harus di keluarkan dari otakku.. agar bisa bernafas lega walau sejenak..
Tuesday, April 30, 2013
Monday, April 29, 2013
pagi mendua.
menjalani rutinitas pagi walau terkesan seperti biasa namun tetap saja memiliki beragam prioritas.
mulai dari bersepeda, menyapu halaman, menyuci, menggosok hingga menyabuti rumput panjang dihalaman rumah belakang.
Beberapa pagi ini kulalui dengan sangat tidak menarik. bukan salah siapa namun salahku jua. sering menumpuk pekerjaan. nah ketika masa deadline datang aku sendiri yang kerepotan.
jika ditanya kemana saja dan ngapain, aku juga bingung menjawab apa. karena tidak jua aku berleha-leha tiduran atau nonton.
nah, agenda harian memang menjadi kacau dalam tahun ini, prioritas yang sangat penting, penting hingga no prioritas memang sudah sering terabaikan.
kalau kata temanku, tidak mampu berkonsentrasi dengan baik..
kadang itu benar jua adanya, terkadang sedang menggebu-gebu mngerjakan sesuatu namun ketika teralihkan dalam pembicaraan kecil nan riangan aku pun terlalu begitu saja.
dan pekerjaan yang sedang kukerjakan tadi memerlukan waktu lama dengan tingkat konsentrasi tertentu untuk kembali memulainya..
nah yang paling parahnya lagi terkadang terlupa harus memulai dari mana -_-
begitu juga pagi ini..
hati dan fikiranku kembali mendua..
pagi-pagi sudah bangun, shalat dan mulai mengerjakan sesuatu dengan deadlini sendiri, namun lagi-lagi fikiran dan hatiku terpecahkan akan satu objek lain yang sering kali mengusik imagiku.. dan akhirnya aku terpaut dengan tulisannya..
dan pekerjaanku.. kembali kuabaikan begitu saja.
sering ini terjadi, apakah aku membutuhkan seseorang yang mengawasi hasil kerjaku atau malah butuh kata-kata menoreh panjang di hati ini?
namun pagi ini hatiku tetap mendua. mendua pada rasa yang selalu berkelebat dalam otakku, kala semua aktivitas berjalan sebagaimana mestinya. kala mempersiapkan tidur lelap di malam hari atau bangun kala pagi buta..
dan tentu saja walau aku merutuki akan menduanya hati itu, namun tetap saja aku mencari dan memasukkannya kedalam otak dan hatiku.
alasannya?
satu kalimat saja
-- aku menyukainya--
mulai dari bersepeda, menyapu halaman, menyuci, menggosok hingga menyabuti rumput panjang dihalaman rumah belakang.
Beberapa pagi ini kulalui dengan sangat tidak menarik. bukan salah siapa namun salahku jua. sering menumpuk pekerjaan. nah ketika masa deadline datang aku sendiri yang kerepotan.
jika ditanya kemana saja dan ngapain, aku juga bingung menjawab apa. karena tidak jua aku berleha-leha tiduran atau nonton.
nah, agenda harian memang menjadi kacau dalam tahun ini, prioritas yang sangat penting, penting hingga no prioritas memang sudah sering terabaikan.
kalau kata temanku, tidak mampu berkonsentrasi dengan baik..
kadang itu benar jua adanya, terkadang sedang menggebu-gebu mngerjakan sesuatu namun ketika teralihkan dalam pembicaraan kecil nan riangan aku pun terlalu begitu saja.
dan pekerjaan yang sedang kukerjakan tadi memerlukan waktu lama dengan tingkat konsentrasi tertentu untuk kembali memulainya..
nah yang paling parahnya lagi terkadang terlupa harus memulai dari mana -_-
begitu juga pagi ini..
hati dan fikiranku kembali mendua..
pagi-pagi sudah bangun, shalat dan mulai mengerjakan sesuatu dengan deadlini sendiri, namun lagi-lagi fikiran dan hatiku terpecahkan akan satu objek lain yang sering kali mengusik imagiku.. dan akhirnya aku terpaut dengan tulisannya..
dan pekerjaanku.. kembali kuabaikan begitu saja.
sering ini terjadi, apakah aku membutuhkan seseorang yang mengawasi hasil kerjaku atau malah butuh kata-kata menoreh panjang di hati ini?
namun pagi ini hatiku tetap mendua. mendua pada rasa yang selalu berkelebat dalam otakku, kala semua aktivitas berjalan sebagaimana mestinya. kala mempersiapkan tidur lelap di malam hari atau bangun kala pagi buta..
dan tentu saja walau aku merutuki akan menduanya hati itu, namun tetap saja aku mencari dan memasukkannya kedalam otak dan hatiku.
alasannya?
satu kalimat saja
-- aku menyukainya--
Friday, April 12, 2013
percintaan yang tidak ada ujungnya..
kerika aku mencoba membolak-balik tulisan yang belum rampung termasuk ini.. :D
1 December 2012
Langit cintakan laut…
Angin itu mendesah pelan, meraba hati untuk tenang.
Menyaksikan birunya langit memadu kasih dengan birunya air laut. Berdua, mereka
begitu mesra. Menyatu dalam simphony keindahan yang dalam.
Aku masih nyaman menatap indahnya perpaduan itu, sembari
memeluk lututku, aku duduk di bawah sebuah pohon kelapa dengan beralaskan pasir
putih yang empuk.
Menatap sepasng kekasih -laut dan langit- membuatku cemburu
sangat. Mereka begitu serasi.
Angin berhembus sepoi-sepoi dan memisikkan kata-kata cinta
yang diucapkan langit kepada lautan. Kata angin laut sedang merayu langit
dengan buaian cinta.
“kau dengar, tadi langit merayu laut dengan mesra?” bisik
angin padaku
Mataku bergerak-gerak bgitu juga dengan telingaku. Lalu
kujawab
“aku tidak mendengar sepatah katapun wahai angin, bisakkah
kamu bisikkan apa yang sedang mereka bicaraka?”
“aku ingin jua masuk diantara gelora cinta merah jambu itu
yang sedang mereka rasakan”
“Aku ingin merasakan cinta itu” ujarku bertubi- tubi ke pada
angin
“aku melihat mereka begitu serasi, lihatlah gerakan laut
begitu lembut serasa di mabuk asmara yang begitu dalam, dan aku menyukai
gerakan genit penuh birahi itu” ujarku pelan.
“Tahukan kamu jika langit memuji dalam laut, “kamu begitu
menggugah duhai kekasihku laut, selalu membuatku mendamba, ingin rasanya
membawamu bersama kehujung langit ke tujuh. Ke puncak nan jauh diasana ketempat
yang tidak pernah sedikitpun bisa di lukiskan oleh hal lain di muka bumi ini.
Akan kutunjukkan keindahan danlam sigma-sigma warna yang memukau. Duhai laut,
kamu membuatku dahaga akan cinta, ingin rasanya kurengguk dirimu. Dan tidak
akan membiarkan yang lain menyentuh dan menodaimu”
Dan laut begitu tersipu mendengar rayuan cinta langit. Sehingga gerakan tubuhnya terlihat melembut dan
romantis, bersemu-semulah dia.
“… langit.. aku merindu cinta utuh, dan aku takut, terbersit
dalam hatiku ini jika kata-katamu ini akan hanya berawal dari ujung lidahmu
yang begitu memikat, bagaimana bisa aku pastikan jika rayuan mu itu berasal
dari palung hatimu yang terdalam? Dan aku takut terluka parah”
“duhai kekasihku lautan yang biru, apa yang harus aku
lakukan padamu untuk membuktikan cintaku yang begitu tinggi dan luas ini?
Apakah aku harus meledakkan semua gemintang itu dan dan menaburkannya atas
lukaku agar kamu mengerti akan rasa cintaku padamu yang begitu membengkak.?”
Ujar langit yang mulai gelisah ketika cinta besarnya
dipertanyakan.
“duhai langit biru, aku takut jika petirmu akan membuat
darahku mengering dan membakar seluruh pesonaku. Aku takut tergerus, takut dan
takut karena kau pernah terluka parah oleh secuil hati ini”.
“apa yang harus kulakukan wahai pesona keindahan..?”
“aku tidak ingin juntaian kata-kata rayuan yang tentu saja
membuat aku sakau dan mati..!”
Kau bisa melihat jika aku bersemu merah ketika merayuku, aku
menyukai rayuanmu. Aku menyukai gerakanmu dan tubuhmu. Tatapanmu membuat aku
lemas dan mati rasa. Seringaimu membuat aku semakun jatuh parah dalam cintamu.”
Sungguh langit kamu begitu sempurna dalam bola mataku,
begitu indah dan wangi tubuhmu adalh racun yang selalu kupuja disetiap desah
nafasku”. Membayangkan rupa mu sudah cukup membuat aku tenang. Dan tahukah kamu jika aku tersesat dalam kelebat
bola matamu yang begitu romantis”
Langit merasa girang dan berbinar ketika lautan _dambaan
hatinya- yang memujinya kini. Matanya berbinar.
“namun lngit. Aku ingin menggoreskan namamu dalam lantai terdasar
dari hatiku. Menyemat namamu dalam dadaku hingga ke akhir. Tersesat dalam
kelebat matamu untuk selamanya. Dan wajahmu terproyeksikan sempurna dalam
hidupku. Namun langit aku tidak ingin memilikimu seutuhnya, aku tidak ingin
menyentuhmu dan aku tidak ingin kamu benar-benar hadir dalam hidupku.. aku
ingin kamu hanya jadi gambir hidup..
“Tapi kenapa” potong langit dengan kasar dan putus asa.
“mengertilah awan, aku tidak ingin kamu benar-benar hadir
dalam kehidupanmu. Biarlah kamu tetap jadi potret paling kukagumi selamanya
untuk hidupku, biarlah kita menepi dan berjauhan”
LAngit mulai putus asa dengan ungkapan laut yang tidak
menerima cintanya yang begitu besar sehingga tidak sanggup dipikulnya itu.
“ku mohon laut, terimalah aku” pintanya yang begitu putus
asa...
Dan langit yang tadi begitu cerah dan membiru sekarang
bergerak gelap.. gerimis mulai berjatuhan..
Langit mulai menangisi rasa hatinya tersayat dan tersakiti
“aku mohon laut, terimalah aku”
“dan aku mohon padamu langit untuk mengerti keputusan ku
ini. Jika aku sudah memutuskan takkan ada siapapun yang bisa mengubahnya
walaupun kamu sendiri. Lelaki yang selalu kupuja dan kamu harus menghargai
itu”.
Rasa sakit langit begitu dalam..
Terlihat wajahnya makin gelap dan hitam. Teriakan
menggelagar membahana se antero bumi. Gelegar petir sahut menyahut”
Dan inilah yang paling aku takuti akan mu, karena kamu akan
membunuhku dengan rasa cintamu itu.
Friday, March 15, 2013
14 Maret 2013
perjalanan kali ini bisa di bilang sejenis Roadshow.
menyelenggarakan seminar dalam 4 cluster di 4 wilayah berbeda.
perjalanan bisa di bilang lumayan panjang dari ujung timur hingga selatan.
cluster I di mulai di Kota Langsa.
Jujur saja perjalanan ke kota Langsa tersebut merupakan perjalan perdana yang kulakukan
dan menjejakkan kaki di kota tersebut. perjalanan kami di mulai dari kota Banda Aceh menjelang siang dan pukul 10 malam kami sampai di penginapan yakni sebuah hotel yang lumayan besar untuk standard kota Langsa. Hotel Harmoni.
Karena Kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Banda Aceh, saya dan kak della langsung menuju ke kamar.
Berhubung kami panitia, ya jelas saja kami harus turun ke lantai dasar dan menemui reseptionis dan memperjelas penginapan peserta.
Dan jujur saja saya sangat shock melihat pelayanan hotel yang segede itu. pelayanan hotelnya sangat TIDAK ramah dan membuat greget.Dan jujur saja hal itu sangat tidak nyaman. padahal hotel adalah simbol pelayanan untuk para tamu. semuanya serba di layani.
ketidaknyaman terhadap hotel tersebut tidak hanya saya yang mengalaminya namun hampir semua anggota tim juga mengatakan bahwa pelayanan hotel Harmoni sungguh sangat kacau. yang paling parah adalah dirasakan oleh bang ham. Beliau keluar dari kamar sambil nyeker karena di dalam kamar tidak disediakan sendal, ketika dia menemui seorang Office boy dan menanyakan sendal, si Office boy menjawab tanpa melihat beliau dan mengatakan
"gak da..!! sendal habis..!!!"
tanpa melihat ke arah bang ham...
hahahaha... memang hotel unik. gede aja namun pelayanannya motel..!!
berbeda terasa ketika kami menjejakkan kaki ke hotel Graha Buana Bireuen.
ehm kami sampainya juga malam, melihat dari luarnya hotel tersebut sungguh tidak menyenangkan
NAMUN pelayanannya prima sekali...
tamu benar-benar di layani dan reseptionisnya benar-benar cooperatif.
dan lagi-lagi pengalaman mengajarkan bahwa
JANGAN MELIHAT dari COVERNYA..
-------------------------------------
malam ini berjumpa dengan sahabat lama, kami pun makan soto di tempat langgananya..
soto lambat namun terenak di bireun..
begitulah menurutnya..
namun nyammi sekali... gak salah seperti yang di deskripsikan oleh bang khairoel tersebut.
komposisi sotonya benar-benar pas. mantap sangat :D
menyelenggarakan seminar dalam 4 cluster di 4 wilayah berbeda.
perjalanan bisa di bilang lumayan panjang dari ujung timur hingga selatan.
cluster I di mulai di Kota Langsa.
Jujur saja perjalanan ke kota Langsa tersebut merupakan perjalan perdana yang kulakukan
dan menjejakkan kaki di kota tersebut. perjalanan kami di mulai dari kota Banda Aceh menjelang siang dan pukul 10 malam kami sampai di penginapan yakni sebuah hotel yang lumayan besar untuk standard kota Langsa. Hotel Harmoni.
Karena Kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Banda Aceh, saya dan kak della langsung menuju ke kamar.
Berhubung kami panitia, ya jelas saja kami harus turun ke lantai dasar dan menemui reseptionis dan memperjelas penginapan peserta.
Dan jujur saja saya sangat shock melihat pelayanan hotel yang segede itu. pelayanan hotelnya sangat TIDAK ramah dan membuat greget.Dan jujur saja hal itu sangat tidak nyaman. padahal hotel adalah simbol pelayanan untuk para tamu. semuanya serba di layani.
ketidaknyaman terhadap hotel tersebut tidak hanya saya yang mengalaminya namun hampir semua anggota tim juga mengatakan bahwa pelayanan hotel Harmoni sungguh sangat kacau. yang paling parah adalah dirasakan oleh bang ham. Beliau keluar dari kamar sambil nyeker karena di dalam kamar tidak disediakan sendal, ketika dia menemui seorang Office boy dan menanyakan sendal, si Office boy menjawab tanpa melihat beliau dan mengatakan
"gak da..!! sendal habis..!!!"
tanpa melihat ke arah bang ham...
hahahaha... memang hotel unik. gede aja namun pelayanannya motel..!!
berbeda terasa ketika kami menjejakkan kaki ke hotel Graha Buana Bireuen.
ehm kami sampainya juga malam, melihat dari luarnya hotel tersebut sungguh tidak menyenangkan
NAMUN pelayanannya prima sekali...
tamu benar-benar di layani dan reseptionisnya benar-benar cooperatif.
dan lagi-lagi pengalaman mengajarkan bahwa
JANGAN MELIHAT dari COVERNYA..
-------------------------------------
malam ini berjumpa dengan sahabat lama, kami pun makan soto di tempat langgananya..
soto lambat namun terenak di bireun..
begitulah menurutnya..
namun nyammi sekali... gak salah seperti yang di deskripsikan oleh bang khairoel tersebut.
komposisi sotonya benar-benar pas. mantap sangat :D
Thursday, March 14, 2013
"pakar IT yang.."
jika melihat blog ini..
terkadang aku bingungharus di apain..
pengen sih ngotak ngatik lebih dan ingin membuat agar blog ini lebih "asik"
namun karena kedangkalan dunia IT yang kumiliki, dan pada akhirnya jua blog ini tercipta apa adanya dengan sangat simple. (terlalu sederhana bahkan)
berbicara sharing informasi, tidak semua orang pakar IT yang ada di sekitar kita mampu memberikan informasi IT kepada orang lain.
nah justru itu persoalan bagi si pakar dan si pembelajar sendiri..
dari hemat yang saya alami..
kebanyakan pakar IT yang ada disekitar saya dengan segudang ilmu yang mereka miliki namun sering mengalami kepayahan dalam proses mentransfer ilmu IT tersebut.
merka cenderung menyamakan pola pikir mereka dengan orang awam.
"masak itu aja gak bisa,?? tinggal di dowload, kemudian ikuti saja perintahnya!"
ujar salah seorang kawan ketika pernah di tanyai satu program penginstallan yang cukup mudah.
memang bagi pakar IT tersebut, proses penginstalan tersebut mudah dan gampang..
nnamun bagaimana dengan orang "awam" tehnologi seperti saya.
di tambah dengan otak matematiknya yang kurang???
kan jadi kacau jadinya..
bingung juga... mencoba kotak-katik sedemikian rupa namun hasilnya tetap nihil..
ketika trouble, dan ditanya solusinya.. dan jawaban gaulnya :
"masak itu aja gak bisa!!"
dan tentu saja dibarengi dengan senyuman mencibir dan merendahkan...
hallo..!!! dan tentu saja bagi orang awam seperti saya, hal tersebut adalah pendiskriminasian..
toh jika saya PAHAM dan MENGERTI , gak akan mungkin pertanyaan bodoh (bagi pakar, pen) dan sangat jelan pasti akan menyelesaikan sendiri..
Apa mungkin ya, pakar-pakar IT itu otaknya sama semua.. serius, matematika, tothe point, dan minim canda tawa???
conclusion sederhana hingga saat ini..
Jika ini terjadi, tentu saja rumah reparasi komputer anak mudanya..
Tinggal kesana.. bilang bang ini kurang itu kurang. dan esoknya ready kepakek..!!!
note:
kawan-kawan pakar IT, bersudikiranyalah untuk mensharing ilmu dengan baik untuk kami para awam..
karena kami tidak bisa berfikir "Mentereng" seperti anda-anda ^^,
terkadang aku bingungharus di apain..
pengen sih ngotak ngatik lebih dan ingin membuat agar blog ini lebih "asik"
namun karena kedangkalan dunia IT yang kumiliki, dan pada akhirnya jua blog ini tercipta apa adanya dengan sangat simple. (terlalu sederhana bahkan)
berbicara sharing informasi, tidak semua orang pakar IT yang ada di sekitar kita mampu memberikan informasi IT kepada orang lain.
nah justru itu persoalan bagi si pakar dan si pembelajar sendiri..
dari hemat yang saya alami..
kebanyakan pakar IT yang ada disekitar saya dengan segudang ilmu yang mereka miliki namun sering mengalami kepayahan dalam proses mentransfer ilmu IT tersebut.
merka cenderung menyamakan pola pikir mereka dengan orang awam.
"masak itu aja gak bisa,?? tinggal di dowload, kemudian ikuti saja perintahnya!"
ujar salah seorang kawan ketika pernah di tanyai satu program penginstallan yang cukup mudah.
memang bagi pakar IT tersebut, proses penginstalan tersebut mudah dan gampang..
nnamun bagaimana dengan orang "awam" tehnologi seperti saya.
di tambah dengan otak matematiknya yang kurang???
kan jadi kacau jadinya..
bingung juga... mencoba kotak-katik sedemikian rupa namun hasilnya tetap nihil..
ketika trouble, dan ditanya solusinya.. dan jawaban gaulnya :
"masak itu aja gak bisa!!"
dan tentu saja dibarengi dengan senyuman mencibir dan merendahkan...
hallo..!!! dan tentu saja bagi orang awam seperti saya, hal tersebut adalah pendiskriminasian..
toh jika saya PAHAM dan MENGERTI , gak akan mungkin pertanyaan bodoh (bagi pakar, pen) dan sangat jelan pasti akan menyelesaikan sendiri..
Apa mungkin ya, pakar-pakar IT itu otaknya sama semua.. serius, matematika, tothe point, dan minim canda tawa???
conclusion sederhana hingga saat ini..
Jika ini terjadi, tentu saja rumah reparasi komputer anak mudanya..
Tinggal kesana.. bilang bang ini kurang itu kurang. dan esoknya ready kepakek..!!!
note:
kawan-kawan pakar IT, bersudikiranyalah untuk mensharing ilmu dengan baik untuk kami para awam..
karena kami tidak bisa berfikir "Mentereng" seperti anda-anda ^^,
Saturday, December 29, 2012
berikan saja judulnya 1
siang ini kembali berduduk santai dengan beberapa temanku.
menikmati semilir angin pantai yang terkadang tenang dan bergemuruh tiba-tiba.
matahari siang ini tidak terlalu menyengat. tetapi anginnya begitu santai dan menengankan siang ini.
Ulelheuh atau orang-orang sering menyebutkan dengaun kata Ule-le. yang merupakan salah satu daerah yang rata dengan tanah ketika Tsunami menerjang Aceh tahun 2004 silam. Menurut Cerita mamakku nama daerah tersebut bernama Ulee-Lheuh yang berasal dari kata "Ulee" dan kata "Lheuh" dalam bahasa Aceh. Ulee yang artinya kepala dan Lheuh adalah terlepas atau lepas.
ulee tersebut mengindikasikan daratan yang berpisah dengan dengan daratan yang lain sehingga jika diibarat dengan badan untuk daratan Lain maka Ulee itu merupakan kepala (salah satu bagian) yang terlepas atau berpisah pada sutu kondisi pada masa lampau oleh sebab itu daratan tersebut dinamakan Ulhee lheuh (kepala terlepas) yang kini karena pengaruh pengucapannya disebut dengan Ulee-Lee.
kenapa pengucapnnya berbeda saya juga tidak tahu apa hal yang mempengaruhi hal tersebut. banyak hal yang mempengaruhi, bisa jadi karena mendengar secara sepintas sehingga antara mendengarkan dan pengucapannya menjadi berbeda, atau karena pengucapan yang turun menurun sehingga berubah atau sekarang kebanyakan orang Aceh yang berada di Banda Aceh sudah banyak yang tidak bisa bertutur kata bahasa Aceh lagi sehingga pengucapan bahasa aceh yang terlalu pelik sehingga susah untuk diucapkan atau juga referensi asal muasal nama kawasan itu yang salah (saya juga tidadk melalukan crosscheck ulang).
Tidak jauh dari tempat yang kami bersantai ada kuburan massal, tempat bersemayamnya korban tsunami 2004 silam. sehingga menjadi lokasi sejarah yang akan selalu terkenang.
Sebelum Tsunami menerjang Aceh 8 tahun Silam, kawasan ini terkenal sebagai tempat wisata, walaupun sekarang masih juga dipergunakan untuk tempat berwisata, akan tetapi sebelum tsunami kawasan tersebut lebih luas lagi, dimana disana banyak terdapat pemukiman rumah penduduk, gubuk-gubuk rumbia yang dipakai untuk orang-orang beristirahat, banyak tempat penyewaan ban yang akan dipakai oleh para pengunjung, penjual ikan bakar disana-sini dan pohon-pohon cemara lain yang begitu rindang..
sehingga ketika akhir pekan itu tiba tempat ini akan penuh oleh masyarakat yang berdomisili di sekitar Banda Aceh atau oleh wisatawan yang datang berkunjung ke Banda Aceh. Tempat itu sangat strategis karena berlokasi tidak jauh dari pusat kota BAnda Aceh.
Jika ingin dilihat-lihat dan dikaji UleLheuh ini menyimpang banyak sejarahnya.
kembali kemeja petak ini tempat berkumpulny 2 orang pemuda dan 2 orang pemudi yang berbeda asal muasal dengan backgroun keluarga yang jelas sangat berbeda. salah satu pemudi atau perempuan itu berumur paling muda. Mencoba menyelesaikan tugas kuliah dengan memamfaatkan fasilitas Wifi yang gratiss.
Kami begitu prihatin melihat adik tersebut yang sangat awam dengan beragam perlengkapan dan peralatan yang dipakai oleh masyarakat Aceh. (walaupun kami tidak tahu banyak setidaknya kami masih berkenalan dengan alat-alat yang bernama "Jeungki, Rampagoe, kue Jeuleupak dll)
padahal jarak kami hanya terpaut sekitar 5 Tahun tapi segitu minimnya informasi tentang Aceh.
Saya tidak bisa membayangkan generasi mendatang yang berdomisili di Banda Aceh. Pastinya mereka akan lebih tidak mengenal kebudayaan Aceh..
Menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Aceh untuk kembali mengenalkan budaya Aceh bagi generasi mendatang apalagi buku-buku pegangan di sekolah-sekolah banyak menjabarkan budaya Di Jawa daripada Budaya-budaya tradisionil Aceh.
Bagaimana dengan anak-anak muda yang berada di sekitar anda??
menikmati semilir angin pantai yang terkadang tenang dan bergemuruh tiba-tiba.
matahari siang ini tidak terlalu menyengat. tetapi anginnya begitu santai dan menengankan siang ini.
Ulelheuh atau orang-orang sering menyebutkan dengaun kata Ule-le. yang merupakan salah satu daerah yang rata dengan tanah ketika Tsunami menerjang Aceh tahun 2004 silam. Menurut Cerita mamakku nama daerah tersebut bernama Ulee-Lheuh yang berasal dari kata "Ulee" dan kata "Lheuh" dalam bahasa Aceh. Ulee yang artinya kepala dan Lheuh adalah terlepas atau lepas.
ulee tersebut mengindikasikan daratan yang berpisah dengan dengan daratan yang lain sehingga jika diibarat dengan badan untuk daratan Lain maka Ulee itu merupakan kepala (salah satu bagian) yang terlepas atau berpisah pada sutu kondisi pada masa lampau oleh sebab itu daratan tersebut dinamakan Ulhee lheuh (kepala terlepas) yang kini karena pengaruh pengucapannya disebut dengan Ulee-Lee.
kenapa pengucapnnya berbeda saya juga tidak tahu apa hal yang mempengaruhi hal tersebut. banyak hal yang mempengaruhi, bisa jadi karena mendengar secara sepintas sehingga antara mendengarkan dan pengucapannya menjadi berbeda, atau karena pengucapan yang turun menurun sehingga berubah atau sekarang kebanyakan orang Aceh yang berada di Banda Aceh sudah banyak yang tidak bisa bertutur kata bahasa Aceh lagi sehingga pengucapan bahasa aceh yang terlalu pelik sehingga susah untuk diucapkan atau juga referensi asal muasal nama kawasan itu yang salah (saya juga tidadk melalukan crosscheck ulang).
Tidak jauh dari tempat yang kami bersantai ada kuburan massal, tempat bersemayamnya korban tsunami 2004 silam. sehingga menjadi lokasi sejarah yang akan selalu terkenang.
Sebelum Tsunami menerjang Aceh 8 tahun Silam, kawasan ini terkenal sebagai tempat wisata, walaupun sekarang masih juga dipergunakan untuk tempat berwisata, akan tetapi sebelum tsunami kawasan tersebut lebih luas lagi, dimana disana banyak terdapat pemukiman rumah penduduk, gubuk-gubuk rumbia yang dipakai untuk orang-orang beristirahat, banyak tempat penyewaan ban yang akan dipakai oleh para pengunjung, penjual ikan bakar disana-sini dan pohon-pohon cemara lain yang begitu rindang..
sehingga ketika akhir pekan itu tiba tempat ini akan penuh oleh masyarakat yang berdomisili di sekitar Banda Aceh atau oleh wisatawan yang datang berkunjung ke Banda Aceh. Tempat itu sangat strategis karena berlokasi tidak jauh dari pusat kota BAnda Aceh.
Jika ingin dilihat-lihat dan dikaji UleLheuh ini menyimpang banyak sejarahnya.
kembali kemeja petak ini tempat berkumpulny 2 orang pemuda dan 2 orang pemudi yang berbeda asal muasal dengan backgroun keluarga yang jelas sangat berbeda. salah satu pemudi atau perempuan itu berumur paling muda. Mencoba menyelesaikan tugas kuliah dengan memamfaatkan fasilitas Wifi yang gratiss.
Kami begitu prihatin melihat adik tersebut yang sangat awam dengan beragam perlengkapan dan peralatan yang dipakai oleh masyarakat Aceh. (walaupun kami tidak tahu banyak setidaknya kami masih berkenalan dengan alat-alat yang bernama "Jeungki, Rampagoe, kue Jeuleupak dll)
padahal jarak kami hanya terpaut sekitar 5 Tahun tapi segitu minimnya informasi tentang Aceh.
Saya tidak bisa membayangkan generasi mendatang yang berdomisili di Banda Aceh. Pastinya mereka akan lebih tidak mengenal kebudayaan Aceh..
Menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Aceh untuk kembali mengenalkan budaya Aceh bagi generasi mendatang apalagi buku-buku pegangan di sekolah-sekolah banyak menjabarkan budaya Di Jawa daripada Budaya-budaya tradisionil Aceh.
Bagaimana dengan anak-anak muda yang berada di sekitar anda??
Monday, December 24, 2012
nongkrong 1
Pagi ini, lagi-lagi bangun terlambat. semalam bergadang selarut jam 2 pagi.
dan subuh terlewatkan. Maaf God, benar2 tidak terjaga. pola hidup tidak sehat kata orang-orang bijak :)
Kain untuk di gosok sudah menumpuk apa lagi kain cucian. *efek kemalasan*.
Tapi hari ini berhasil tercucikan secara sempurna.. :D
Namun cuaca sangat tidak bersahabat. Banda aceh khususnya-karena saya tinggal disana.
Sudah hampir sebulan ini cuaca sangat tidak bersahabat. Hujan tiba-tiba mengguyur dengan deras- kemudian gerimis- tak lama kemudian matahari menampakkan moncongnya (panas). atau sebaliknya ketika matahari sedang bersinar, tiba-tiba angin kencang berhembus berbarengan dengan hujan lebat.
pergolakan cuaca kacau!! ---- efek global warming--
kembali ke pokok pakaian tercuci itu, setelah mencuci dan meremdam dengan pewangi. dan aku mejemurnya di arena belakang rumah.. tidak sampai setengah jam hujan mengguyur banda Aceh-- jiah..!!! padahal tadi cerah..!!!-- yach.. terpaksa jemuran di angkat..
( memanglah menjdi emak-emak sejati itu susah -_-" musti sabar!!)
Dan siang itu saya berkumpul dengan sahabat saya evie en kak tn. ngumpul siang sambil makan en ngopi..
banyak hal yang menjadi bahan, mulai dari kondisi kesehatan mereka, topik hujan, topik roasting coffee, musik, takengon, blang keujren, sampai pada topik hiking..!!
benar- benar pertemuan menarik hingga lupa waktu. nongkrong lumayan lama dengan mereka..
melepas kangen-kangenan karena sudah lumayan lama tidak berkumpul..
semoga jalianan kasih ( cie-cie) tersebut terus terjaga hingga kami tua-- hihihi-
dan subuh terlewatkan. Maaf God, benar2 tidak terjaga. pola hidup tidak sehat kata orang-orang bijak :)
Kain untuk di gosok sudah menumpuk apa lagi kain cucian. *efek kemalasan*.
Tapi hari ini berhasil tercucikan secara sempurna.. :D
Namun cuaca sangat tidak bersahabat. Banda aceh khususnya-karena saya tinggal disana.
Sudah hampir sebulan ini cuaca sangat tidak bersahabat. Hujan tiba-tiba mengguyur dengan deras- kemudian gerimis- tak lama kemudian matahari menampakkan moncongnya (panas). atau sebaliknya ketika matahari sedang bersinar, tiba-tiba angin kencang berhembus berbarengan dengan hujan lebat.
pergolakan cuaca kacau!! ---- efek global warming--
kembali ke pokok pakaian tercuci itu, setelah mencuci dan meremdam dengan pewangi. dan aku mejemurnya di arena belakang rumah.. tidak sampai setengah jam hujan mengguyur banda Aceh-- jiah..!!! padahal tadi cerah..!!!-- yach.. terpaksa jemuran di angkat..
( memanglah menjdi emak-emak sejati itu susah -_-" musti sabar!!)
Dan siang itu saya berkumpul dengan sahabat saya evie en kak tn. ngumpul siang sambil makan en ngopi..
banyak hal yang menjadi bahan, mulai dari kondisi kesehatan mereka, topik hujan, topik roasting coffee, musik, takengon, blang keujren, sampai pada topik hiking..!!
benar- benar pertemuan menarik hingga lupa waktu. nongkrong lumayan lama dengan mereka..
melepas kangen-kangenan karena sudah lumayan lama tidak berkumpul..
semoga jalianan kasih ( cie-cie) tersebut terus terjaga hingga kami tua-- hihihi-
Subscribe to:
Posts (Atom)