Saturday, May 18, 2013

Catatan Survey Youth Integrity I



[Gue Gajah]- 

Desa yang terletak di Daerah Aceh Besar. Walaupun secara administrasi berada di kawasan Aceh Besar, akan tetapi karena jaraknya yang begitu dekat dengan Banda Aceh, maka desa Geu Gajah [secara tidak langsung] terasa masih berada di seputaran Banda Aceh.
Desa Geu Gajah ini mulai di kenal dan terkenal sesudah Tsunami melanda Aceh Tahun 2004 silam. Karena Banyak penduduk aceh yang melarikan diri menuju Mata Ie [karena lebih tinggi dan jauh dari bibir pantai], dan desa Geu Gajah dan sekitarnya. Pada saat itu banyak pengungsi yang bertahan di halaman  TVRI Aceh, karena selain halamannya yang luas, bantuan juga mudah berdatangan karena akses informasi yang mudah di jangkau dan di akses oleh wartawan dari berbagai media local, nasional hingga manca Negara.
Baiklah, kembali bercerita tentang pengalaman hari ini.
Siang ini udara begitu terik dan termasuk dalam agenda musim kemarau, akan tetapi cuaca semakin “mendangdut” sekarang [tidak keruan, sebentar terik dan sebentar hujan] di jadwal musim kemarau akan tetapi Aceh menggila dengan banjir disana sini, begitu juga siang ini, diantara terik matahari hujan rintik-rintik juga turun mengiringi perjalanan menuju desa Geu Gajah, Aceh Besar.
Memasuki  salah satu Komplek perumahan di desa Geu Gajah, suasana begitu sepi, hening dan lenggang. Tidak banyak aktivitas penghuni kompleks. Dan terkesan seperti tidak berpenduduk. Setelah berputar-putar mengelilingi beberapa liku jalan, dan terlihat beberapa ibu-ibu sedang ngobrol santai di depan sebuah rumah. Kebetulan fikirku, karena salah satu tugas yang diberikan oleh coordinator lapangan –bapak Hendrik- yakni harus mewawancara seorang wanita dewasa dan 2 orang pemuda dan 2 orang pemudi.
“assalamualaikum”
Sapaku mencoba ramah dengan senyum lebar percaya diri ala senyum pepsodent.
“waalaikum salam”
Jawab ibu-ibu itu bingung.
Setelah mencoba mengenalakan diri dan mencoba menjelaskan sedikit tentang tujuan kedatangan saya yakni terkait survey pendapat masyarakat terkait korupsi dan integritas.
Sontan saja rupa dan waja ibu-ibu itu berubah. Menjadi tidak bersahabat.  Dengan tidak peduli dan acuh seorang ibu berkata.
“tidak usah ngomong tentang korupsi, saya sebagai masyarakat sudah capek mendengar kata-kata itu, selama system pemerintahan belum dig anti maka tidak ada gunanya pemerintah ngomongin tentang korupsi, tidak akan membuahkan hasil.!” Ujarnya ketus..
Waduh, salah apa ya saya? Padahal saya berusaha menjelaskan secara runut dan baik…
Walaupun sudah menjelaskan dengan sedemikian rupa namun tetap saja jawaban ibu-ibu tersebut skeptis dan tidak bersahabat.  Dengan sopan sayapun beranjak pergi dan meninggalkan ibu-ibu tersebut.
Ibu Evi Murni
Setelah putar-putar beberapa lama, akhirnya aku memutuskan menyinggahi sebuah rumah. Mencoba menyapa ibu-ibu juga.. namun alasannya juga tidak mau karena “kami ibu rumah tangga dan tidak mengerti apa-apa” padahal sudah coba di jelaskan.
Walaupun tidak berhasil akhirnya saya mencoba menyinggahi sebuah rumah setelah di ketok keluarlah ibu muda yang terlihat ramah. Beliau bernama ibu evi.  Setelah saya menjelaskan siapa dan maksud kedatangan saya, belaiu merespon dengan positif. Beliau begitu menggebu-gebu menceritakan akan kekesalannya terhadap prilaku korupsi dan penyuapan yang kerap terjadi di masyarakat dan instansi-intansi pemerintahan..
Selesai mewawancarai ibu evi, aku bergegas permisi dan mencari responden lain. dan aktivitas di dalam kompleks masih terlihat lenggang, sepertinya banyak yang masih melakukan aktivitas di luar.
Ada beberapa yang saya temui ada yang tidak bersedia diwawancara karena merasa tidak mampu menjawab, sibuk, alasan mau keluar, umur yang sudah lebih 30 tahun [katagori pemuda] hingga pendatang.
Dan akhirnya saya menemukan responden laki-laki dan dia bersedia menjawab pertanyaan yang saya tanyakan dan bersikap responsive. Seorang yang bekerja di instansi pemerintahan dan berumur sekitar 30 tahun. Dari jawaban yang diberikannya sepertinya dia mendukung pemerintahan. Pada awalmulanya dia terkesan tidak serius dan banyak bertanya ketika ditanyakan pertanyaan namun lambat laun menjadi serius dalam menjawab pertanyaan tersebut.
Memang tidak mudah mencari responden terutama pemuda  yang mau peduli terhadap korupsi. Karena ketika pertama memperkenalkan diri dan menyatakan tujuan dari survey tersebut pemuda yang di temui langsung menciut karena merasa [mungkin]  kurang nyaman dengan isu yang di ajukan.
Seperti fitri [perempuan berumur 25 tahun] pemudi yang menyelesaikan pendidikan terakhir tingkat SMA ini pada awal mulanya menbolak untuk dilakukan survey akan tetapi setelah dijelaslkan panjang lebar akan tujuan dan mamfaat dari survey ini. Akhirnya dia bersedia untuk di wawancara.
Dan akhirnya semua berjalan sesuai dengan rencana.. mission complete!

Monday, May 13, 2013

"belajar iklhas...."

apa yang paling sulit??
jika untuk ditanya pada waktu ini, dan sampai sekarang ini, mungkin prilaku "ikhlas" adalah jawabbannya..
bagaimana bentuk dan rupa iklhas itu berseliwet-seliwet dalam keraguan dan kebimbangan..
bagaimana rupa ikhlas itu??

dilihat dari kamus berbahasa Indonesi [yang terpajang di rumah karya, W.J.S. Poerwadarminta, Balai Pustaka] makna dari ikhlas ini adalah tulus hati, hati yang bersih. sedangkan mengikhlaskan adalah menyerah kan dsb dengan tulus ikhlas, merelakan, memberikan.
ada beberapa kata penting yang menarik yang menjadi perhatian disini yakni:
1. Tulus hati,
2. hati yang bersih
3. menyerahkan dengan;
4. Tulus,
5. Merelakan,
6 Memberikan..

dari ke enam kata yang menjadi pointer di atas, semua prilakunya berkaitan dengan "hati"

semuanya bermuara kepada segumpal darah tersebut.
Dalam hadist Rasulullah,  
“Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.”
(H.R. Bukhari Muslim)

semua prilaku berawal dari hati yang terniatkan dan berakhir kepada prilaku. baikkah atau burukkah.
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”.
(H. R. Bukhari Muslim)  

segumpal daging yang disebut hati itu, sungguh ibarat benda yang benar-benar harus dijaga dengan sedemian rupa dengan penanganan yang halus dan telaten pula. karena begitu mudah terbolak-balikkan.
Mengapa harus dijaga?
ehm..
karena hati juga mengalami pasang surut, dan yang paling parah adalah ketika hati menjadi layu dan mati..
dan penyakit prilaku yang berkepanjangan akan bermunculan dengan begitu cepat. dan tentu saja prilaku ini akan berdapak negatif kepada jiwa manusia.
pernahkah anda merasakan kala hati pengalami surut?
ada beberapa rasa yang akan terasa:
diantaranya, sulitnya air mata keluar [dan ini berindikasi hati yang mulai terasa mati], ketika peringatan tentang hari kematian dan hari pembalasan yang diceritakan jiwa dan hati terasa biasa saja (mungkin ini indikasi selanjutnya yang paling sederhana), ketika berbuat maksiat menjadi hal yang biasa saja..

pribadi sendirilah yang paling paham akan sejauh mana rasa hati itu berada, dalam kategori hati yang sehat, hati yang mulai sakit atau hati yang mulai mngeras bahkan mati (nauzdubillah)..

kembali kepada rasa ikhlas tadi..
bagaimana cara mengiklhaskan??
pertanyaan yang sangat rumit bagi saya..

namun katika mencintai sesuatu dengan sepenuh hati [baik mahkluk maupun benda] maka sertakan selalu Allah dalam rasa cinta itu, maka rasa itu akan berhadir lebih indah dan menjadi prasangka yang baik..
jangan mencinta terlalu berlebihan karena ketika itu terjadi maka banyak harapan dan impian yang akan di bangun dan tidak berkesesuaian maka kegoncangan jiwa akan terasa dalam.

dalam surah Albaqarah  ayat 216 Allah menegaskan;   
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

dan tentu saja manusia ini adalah mahkluk Allah yang lemah yang selalu membangun harapan dan impian berdasarkan nalarnya saja.. dan tentu saja menghadirkan Allah terhadap semua impian dan rasa pasti akan menuai rasa bahagia pula.. [berprasangka baik]

kala rasa ikhlas itu dimiliki dalam hati yang sehat, maka segala sesuatu yang terlihat buruk [karena tidak berkesesusian dengan impian dan harapan] maka itu akan MENJADI INDAH JUA, kala rasa tulus dengan hati bersih dan merelakan apapun keputusan yang ALLAH SWT berikan setelah usaha dan ihktiar dilakukan..

oleh sebab itu maka Rasulullah selalu mengajarkan untuk melakukan Shalat istikharah dalam menentukan pilihan yang baik diantara pilihan yang ada.. :D


"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk yang baik dengan pengetahuan-MU. aku memohon agar di beri kekuatan dengan Kekuatan-Mu. Aku memohon kemurahan yang sangat luas, karena sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa, sedangkan aku tidak. Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib. Ya ALLAH jika engkau mengetahui perkara ini baik bagiku, bagi agamaku, bagi kehidupanku saat ini dan saat yang akan datang, maka mudahkanlah ia bagiku. Kemudian berkahilah dia bagiku. Sedang apabila Engkau mengetahui bahwa perkara itu buruk bagiku, bagi agama, bagi kehidupanku sekarang dan yang akan datang, maka jauhkanlah ia dariku atau jauhkanlah aku darinya. Berikanlah kepadaku kebaikan dimanapun adanya dan jadikanlah aku orang yang ridha dengan pemberian-Mu"

(HR.Bukhari)

dan ini merupakan doa yang di panjatkan selepas melaksanakan shalat Istikharah..
duh...
begitu indah nya Islam ini, mengajarkan hati yang ikhlas, dengan menempatkan Allah selalu sebagai tempat bergantung, berprasangka baik atas keputusan Allah dan tentu saja meridhakan dengan keputusan Allah itu..

menjadi jiwa yang ikhlas dengan hati yang lapang tentu tidak mudah. akan tetapi setiap mahkluk yang telah berusaha melakukannya, tentu Allah akan memberikan penilaian lain, karena telah berusaha dengan hatinya..

selamat mencoba [terutama buatku pribadi]
:)









Tuesday, April 30, 2013

once upon time, "malam"

Malam ini cerah sangat..
walaupun tidak dengan bulan purnama pada awalnya..
langit terlihat bersih, dengan gerlap gemintang di beberapa sudut, menambah cantik peraduan malam.

Pada Awalnya saya tidak terlalu ambil pusing dengan pergantian  sore beranjak malam.
Namun serasa langit menggoda saya untuk menikmati keindahannya.
dan aku pun tergoda..

Selepas shalat magrib di salah satu mesjid  [Menikmati Shalat magrib dengan syahdu] yang berada di kawasan Lamprit. aku mulai menjejakkan kaki keluar dari mesjid sembari memperhatikan beberapa pasangan muda yang sedang menggendong putra-putri mereka dengan mesra. -aku pun tersenyum melihat kebahagian mereka-

Dan aku mulai menuruni tangga mesjid dengan perlahan, dan tanpa sengaja aku melirik ke langit, dan Subhanallah. aku suka.!
Sehingga akupun terdiam sejenak. dan mulai memandangi langit dengan penuh cinta.
Bukan karena ada bintang jatu, komet yang berjatuhan, ataupun bulan yang menggantung indah.
Namun hanya langit yang cerah, tanpa bulan, dan tanpa awan. langit yang begitu bersih dengan gemintang di beberpa sudut. begitu sederhana namun sungguh menawan..
Dan suasana hatipun ikut berubah, aku pun tersenyum sendiri [tanpa sadar]

Memandangi langit dengan penuh cinta, tiba-tiba hati terbersit syukur pada-MU Rabb..

Akupun mulai melangkahkan kaki dengan gontai menuju sepeda motorku yang sedang terparkir di pelataran mesjid tersebut.
Manaikinya dan menggunakan helm bututku.. sebelum menghidupkan sepeda motor itu, aku kembali menatap langit yang indah..
dan lagi-lagi aku hanya bisa berkata -- menawan--

aku memang bukan seorang penulis atau pujangga yang memeiliki ribuan kata yang mampu menggambarkan pesona keindahan alam yang di ciptakan Rabb..
aku hany seorang pengagum saja. tidak memiliki cukup banyak kata untuk mengeluarkan rasa kagumku pada keindahan alam melalui rentetan kata dan tulisan..

Teerkadang aku sering membayangkan diriku ini adalah seorang penulis, dan tentu saja malam yang menawan ini akan aku rangkai dalam kalimat indah penuh dengan cinta kepada si pembaca. dan tentu saja dengan membaca saja seakan akan mereka juga turut hadir pada moment sederhana dan cantik di malam ini..

Dan dengan perlahan kuhidupkan sepdea motor hitamku keluar dari pelataran mesjid menuju ke jalan raya.
menuju ke rumahku tercinta.
kembali pulang..
dan tentu saja kembali lagi dengan rutinitas malamku..

- hati ini penuh syukur dan cinta pada-MU Rabb [jangan cabut rasa cinta dan syukurku Pada-MU]---



Monday, April 29, 2013

pagi mendua.

menjalani rutinitas pagi walau terkesan seperti biasa namun tetap saja memiliki beragam prioritas.
mulai dari bersepeda, menyapu halaman, menyuci, menggosok hingga menyabuti rumput panjang dihalaman rumah belakang.

Beberapa pagi ini kulalui dengan sangat tidak menarik. bukan salah siapa namun salahku jua. sering menumpuk pekerjaan. nah ketika masa deadline datang aku sendiri yang kerepotan.
jika ditanya kemana saja dan ngapain, aku juga bingung menjawab apa. karena tidak jua aku berleha-leha tiduran atau nonton.

nah, agenda harian memang menjadi kacau dalam tahun ini, prioritas yang sangat penting, penting hingga no prioritas memang sudah sering terabaikan.
kalau kata temanku, tidak mampu berkonsentrasi dengan baik..
kadang itu benar jua adanya, terkadang sedang menggebu-gebu mngerjakan sesuatu namun ketika teralihkan dalam pembicaraan kecil nan riangan aku pun terlalu begitu saja.
dan pekerjaan yang sedang kukerjakan tadi memerlukan waktu lama dengan tingkat konsentrasi tertentu untuk kembali memulainya..
nah yang paling parahnya lagi terkadang terlupa harus memulai dari mana  -_-

begitu juga pagi ini..
hati dan fikiranku kembali mendua..
pagi-pagi sudah bangun, shalat dan mulai mengerjakan sesuatu dengan deadlini sendiri, namun lagi-lagi fikiran dan hatiku terpecahkan akan satu objek lain yang sering kali mengusik imagiku.. dan akhirnya aku terpaut dengan tulisannya..
dan pekerjaanku.. kembali kuabaikan begitu saja.

sering ini terjadi, apakah aku membutuhkan seseorang yang mengawasi hasil kerjaku atau malah butuh kata-kata menoreh panjang di hati ini?

namun pagi ini hatiku tetap mendua. mendua pada rasa yang selalu berkelebat dalam otakku, kala semua aktivitas berjalan sebagaimana mestinya. kala mempersiapkan tidur lelap di malam hari atau bangun kala pagi buta..

dan tentu saja walau aku merutuki akan menduanya hati itu, namun tetap saja aku mencari dan memasukkannya kedalam otak dan hatiku.
alasannya?
satu kalimat saja
-- aku menyukainya--

Friday, April 12, 2013

percintaan yang tidak ada ujungnya..



kerika aku mencoba membolak-balik tulisan yang belum rampung termasuk ini.. :D

1 December 2012
Langit cintakan laut…
Angin itu mendesah pelan, meraba hati untuk tenang. Menyaksikan birunya langit memadu kasih dengan birunya air laut. Berdua, mereka begitu mesra. Menyatu dalam simphony keindahan yang dalam.
Aku masih nyaman menatap indahnya perpaduan itu, sembari memeluk lututku, aku duduk di bawah sebuah pohon kelapa dengan beralaskan pasir putih yang empuk.
Menatap sepasng kekasih -laut dan langit- membuatku cemburu sangat. Mereka begitu serasi.
Angin berhembus sepoi-sepoi dan memisikkan kata-kata cinta yang diucapkan langit kepada lautan. Kata angin laut sedang merayu langit dengan buaian cinta.
“kau dengar, tadi langit merayu laut dengan mesra?” bisik angin padaku
Mataku bergerak-gerak bgitu juga dengan telingaku. Lalu kujawab
“aku tidak mendengar sepatah katapun wahai angin, bisakkah kamu bisikkan apa yang sedang mereka bicaraka?”
“aku ingin jua masuk diantara gelora cinta merah jambu itu yang sedang mereka rasakan”
“Aku ingin merasakan cinta itu” ujarku bertubi- tubi ke pada angin
“aku melihat mereka begitu serasi, lihatlah gerakan laut begitu lembut serasa di mabuk asmara yang begitu dalam, dan aku menyukai gerakan genit penuh birahi itu” ujarku pelan.
“Tahukan kamu jika langit memuji dalam laut, “kamu begitu menggugah duhai kekasihku laut, selalu membuatku mendamba, ingin rasanya membawamu bersama kehujung langit ke tujuh. Ke puncak nan jauh diasana ketempat yang tidak pernah sedikitpun bisa di lukiskan oleh hal lain di muka bumi ini. Akan kutunjukkan keindahan danlam sigma-sigma warna yang memukau. Duhai laut, kamu membuatku dahaga akan cinta, ingin rasanya kurengguk dirimu. Dan tidak akan membiarkan yang lain menyentuh dan menodaimu”
Dan laut begitu tersipu mendengar rayuan cinta langit.  Sehingga gerakan tubuhnya terlihat melembut dan romantis, bersemu-semulah dia.
“… langit.. aku merindu cinta utuh, dan aku takut, terbersit dalam hatiku ini jika kata-katamu ini akan hanya berawal dari ujung lidahmu yang begitu memikat, bagaimana bisa aku pastikan jika rayuan mu itu berasal dari palung hatimu yang terdalam? Dan aku takut terluka parah”
“duhai kekasihku lautan yang biru, apa yang harus aku lakukan padamu untuk membuktikan cintaku yang begitu tinggi dan luas ini? Apakah aku harus meledakkan semua gemintang itu dan dan menaburkannya atas lukaku agar kamu mengerti akan rasa cintaku padamu yang begitu membengkak.?”
Ujar langit yang mulai gelisah ketika cinta besarnya dipertanyakan.
“duhai langit biru, aku takut jika petirmu akan membuat darahku mengering dan membakar seluruh pesonaku. Aku takut tergerus, takut dan takut karena kau pernah terluka parah oleh secuil hati ini”.

“apa yang harus kulakukan wahai pesona keindahan..?”
“aku tidak ingin juntaian kata-kata rayuan yang tentu saja membuat aku sakau dan mati..!”
Kau bisa melihat jika aku bersemu merah ketika merayuku, aku menyukai rayuanmu. Aku menyukai gerakanmu dan tubuhmu. Tatapanmu membuat aku lemas dan mati rasa. Seringaimu membuat aku semakun jatuh parah dalam cintamu.”
Sungguh langit kamu begitu sempurna dalam bola mataku, begitu indah dan wangi tubuhmu adalh racun yang selalu kupuja disetiap desah nafasku”. Membayangkan rupa mu sudah cukup membuat aku tenang. Dan  tahukah kamu jika aku tersesat dalam kelebat bola matamu yang begitu romantis”
Langit merasa girang dan berbinar ketika lautan _dambaan hatinya- yang memujinya kini. Matanya berbinar.
“namun lngit. Aku ingin menggoreskan namamu dalam lantai terdasar dari hatiku. Menyemat namamu dalam dadaku hingga ke akhir. Tersesat dalam kelebat matamu untuk selamanya. Dan wajahmu terproyeksikan sempurna dalam hidupku. Namun langit aku tidak ingin memilikimu seutuhnya, aku tidak ingin menyentuhmu dan aku tidak ingin kamu benar-benar hadir dalam hidupku.. aku ingin kamu hanya jadi gambir hidup..
“Tapi kenapa” potong langit dengan kasar dan putus asa.
“mengertilah awan, aku tidak ingin kamu benar-benar hadir dalam kehidupanmu. Biarlah kamu tetap jadi potret paling kukagumi selamanya untuk hidupku, biarlah kita menepi dan berjauhan”
LAngit mulai putus asa dengan ungkapan laut yang tidak menerima cintanya yang begitu besar sehingga tidak sanggup dipikulnya itu.
“ku mohon laut, terimalah aku” pintanya yang begitu putus asa...
Dan langit yang tadi begitu cerah dan membiru sekarang bergerak gelap.. gerimis mulai berjatuhan..
Langit mulai menangisi rasa hatinya tersayat dan tersakiti
“aku mohon laut, terimalah aku”
“dan aku mohon padamu langit untuk mengerti keputusan ku ini. Jika aku sudah memutuskan takkan ada siapapun yang bisa mengubahnya walaupun kamu sendiri. Lelaki yang selalu kupuja dan kamu harus menghargai itu”.
Rasa sakit langit begitu dalam..
Terlihat wajahnya makin gelap dan hitam. Teriakan menggelagar membahana se antero bumi. Gelegar petir sahut menyahut”
Dan inilah yang paling aku takuti akan mu, karena kamu akan membunuhku dengan rasa cintamu itu.

Friday, March 15, 2013

14 Maret 2013

perjalanan kali ini bisa di bilang sejenis Roadshow.
menyelenggarakan seminar dalam 4 cluster di 4 wilayah berbeda.
perjalanan bisa di bilang lumayan panjang dari ujung timur hingga selatan.

cluster I di mulai di Kota Langsa.
Jujur saja perjalanan ke kota Langsa tersebut merupakan perjalan perdana yang kulakukan
dan menjejakkan kaki di kota tersebut. perjalanan kami di mulai dari kota Banda Aceh menjelang siang dan pukul 10 malam kami sampai di penginapan yakni sebuah hotel yang lumayan besar untuk standard kota Langsa. Hotel Harmoni.

Karena Kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Banda Aceh, saya dan kak della langsung menuju ke kamar.
Berhubung kami panitia, ya jelas saja kami harus turun ke lantai dasar dan menemui reseptionis dan memperjelas penginapan peserta.
Dan jujur saja saya sangat shock melihat pelayanan hotel yang segede itu. pelayanan hotelnya sangat TIDAK ramah dan membuat greget.Dan jujur saja hal itu sangat tidak nyaman. padahal hotel adalah simbol pelayanan untuk para tamu. semuanya serba di layani.

ketidaknyaman terhadap hotel tersebut tidak hanya saya yang mengalaminya namun hampir semua anggota tim juga mengatakan bahwa pelayanan hotel Harmoni sungguh sangat kacau. yang paling parah adalah dirasakan oleh bang ham. Beliau keluar dari kamar sambil nyeker karena di dalam kamar tidak disediakan sendal, ketika dia menemui seorang Office boy dan menanyakan sendal, si Office boy menjawab tanpa melihat beliau dan mengatakan
"gak da..!! sendal habis..!!!"
tanpa melihat ke arah bang ham...
hahahaha... memang hotel unik. gede aja namun pelayanannya motel..!!

berbeda terasa ketika kami menjejakkan kaki ke hotel Graha Buana Bireuen.
ehm kami sampainya juga malam, melihat dari luarnya hotel tersebut sungguh tidak menyenangkan
NAMUN pelayanannya prima sekali...

tamu benar-benar di layani dan reseptionisnya benar-benar cooperatif.
dan lagi-lagi pengalaman mengajarkan bahwa
JANGAN MELIHAT dari COVERNYA..

-------------------------------------

malam ini berjumpa dengan sahabat lama, kami pun makan soto di tempat langgananya..
soto lambat namun terenak di bireun..
begitulah menurutnya..
namun nyammi sekali... gak salah seperti yang di deskripsikan oleh bang khairoel tersebut.
komposisi sotonya benar-benar pas. mantap sangat :D

Thursday, March 14, 2013

"pakar IT yang.."

jika melihat blog ini..
terkadang aku bingungharus di apain..
pengen sih ngotak ngatik lebih dan ingin membuat agar blog ini lebih "asik"
namun karena kedangkalan dunia IT yang kumiliki, dan pada akhirnya jua blog ini tercipta apa adanya dengan sangat simple. (terlalu sederhana bahkan)


berbicara sharing informasi, tidak semua orang pakar IT yang ada di sekitar kita mampu memberikan informasi IT kepada orang lain.
nah justru itu persoalan bagi si pakar dan si pembelajar sendiri..

dari hemat yang saya alami..
kebanyakan pakar IT yang ada disekitar saya dengan segudang ilmu yang mereka miliki namun sering mengalami kepayahan dalam proses mentransfer ilmu IT tersebut.
merka cenderung menyamakan pola pikir mereka dengan orang awam.
"masak itu aja gak bisa,?? tinggal di dowload, kemudian ikuti saja perintahnya!"
ujar salah seorang kawan ketika pernah di tanyai satu program penginstallan yang cukup mudah.

memang bagi pakar IT tersebut, proses penginstalan tersebut mudah dan gampang..
nnamun bagaimana dengan orang "awam" tehnologi seperti saya.
di tambah dengan otak matematiknya yang kurang???
kan jadi kacau jadinya..

bingung juga... mencoba kotak-katik sedemikian rupa namun hasilnya tetap nihil..
ketika trouble, dan ditanya solusinya.. dan jawaban gaulnya :
"masak itu aja gak bisa!!"
dan tentu saja dibarengi dengan senyuman mencibir dan merendahkan...

hallo..!!! dan tentu saja bagi orang awam seperti saya, hal tersebut adalah pendiskriminasian..
toh jika saya PAHAM dan MENGERTI , gak akan mungkin pertanyaan bodoh (bagi pakar, pen) dan sangat jelan pasti akan menyelesaikan sendiri..

Apa mungkin ya, pakar-pakar IT itu otaknya sama semua.. serius, matematika, tothe point, dan minim canda tawa???

conclusion sederhana hingga saat ini..

Jika ini terjadi, tentu saja rumah reparasi komputer anak mudanya..
Tinggal kesana.. bilang bang ini kurang itu kurang. dan esoknya ready kepakek..!!!

note:
kawan-kawan pakar IT, bersudikiranyalah untuk mensharing ilmu dengan baik untuk kami para awam..
karena kami tidak bisa berfikir "Mentereng" seperti anda-anda ^^,