Wednesday, September 27, 2017

Ayah

8 September 2017, ayah pergi selamanya.

Ada jejak perih yang tak pernah kubayangkan sebelumnya menghinggapi hati.
Ayah, lelaki yang paling kusayangi telah pergi selamanya.
Dan aku menjadi yatim.

Menceritakan ayah, berarti mencerikan semua langkah yang telah kujejek dari kecil hingga sekarang.
Beliau selalu menjadi acuan dasar bagiku untuk memandang lelaki yang ada di sekitar maupun beragam lalaki yang aku jumpai,

Ketika aku melihat lelaki manja, benakku langsung terbersit bangga kepada ayah yang sangat mandiri.
Ayah mengerti aktivitas mamak yang sangat banyak dalam mengurusi, maka ayah akan menjadi partner tanpa disuruh untuk mengurus hal-hal yang tidak bisa diselesaikan oleh mamak.
Jika mamak telah selesai dengan urusan memasak, maka ayahlah yang akan mengurusi kami dalam hal makan, jika kami rewel enggan untuk makan, maka ayah akan menggendong kami, melalaikan kami ke luar sambil menyuapkan makanan kami. kami tetap harus makan.

Dari ayah dan mamak, kmai belajar bahwa hubungan laki-laki dan perempuan di dalam rumah adalah sebagai hubungan Parrter yang harus saling mengisi dan mendukung agar semua berjalan dengan benar.
Ayah tak pernah memarahi mamak, jika ketika ayah pulang mamak belum kelar jua atau bahkan belum memasak. Ayah tak enggan mengambil pisau, merajang bawang, menumis sayur dan menggoreng ikan.

Dari ayah aku belajar bahwa lelaki harus salaing mengahrgai, menjadi lelaki adalah partner perempuan, menjadi lelaki bukanlah menjadi penguasa perempuan.

Ayah, bangga sekali aku menjadi putrimu.

Dari kecil kami diajar dengan sangat keras, namun ketika sekarang aku dewasa barulah aku paham jika yang dilakukan ayah buatku adalah semuanya juga buatku.

Ayah..
sungguh ku rindu pad semua gelakmu.
katika mu menggoda mamak hingga mamak berlagak marah dan engkau akan tertawa gelak penuh kemenangan.

aku rindu pada kode rahasia antara kita ketika dirimu memanggilku jika kelakukan khas ku sebagai penanda aku sudah dirumah berulang kali aku lakukan tanpa aku sengaja.
Dan ayah akan memanggilku dengan panggilan khas diikuti riuh tawa mamak, kakak maupun abang

Ayah..
Tak ada lagi seringai senyummu buatku,
Tak ada lagi tatapan gundahmu buatku
Tak ada lagi teguran marah untuk ku berubah
Tak ada lagi sms mersra darimu
Tak ada lagi panggilan khas yang kau panggilkan khusus buatku

Ayah
Anakmu merindumu


Kota Jantho
26 September 2017

Thursday, May 4, 2017

Aku

Dibenam dalam gelap
Tak di hirau angin, Tak disapa hujan

Sendu dalam semangkok tawa
Memaksa bibir tetap bahagia

Aku

Hilang dalam gemuruh pasir
Tak berdaya melawan rindu

Aku
Ingin Menghilang dalam cahaya
hingga tak Teraba walau selembut angin

Aku
Mulai padam 
Pada musim yang bergulir pelan
dan Mati
Rebah meng hamba pada Mu


At Harouk
sore senja
By MP


Friday, January 8, 2016

jangan permainkan jika tak mampu menjaga

Jangan, jangan sekalipun engkau lelaki memberi harapan kepada seorang perempuan akan jiwa dan hatimu jika engkau hanya ingin mempermainkan dan   bersenda dengan "perasaan".

tidak semua perempuan sanggup untuk dipermainkan.
Apalagi dengan perempuan yang tidak pandai bermain dengan hatimu.
perempuan itu akan mudah terjatuh dan tersungkur akibat perilakumu

fikirlah dengan dalam.
bahwa kehidupan tidak akan sama dengan skenario hatimu.
sendamu itu akan menyakitkan hati.
ketika cinta dan perasaannya hanya untuk di permainkan dan sekedar senda buatmu

Tahukah kamu, bagaimana menahan gejolak dihati, menahan rindu kepada jiwa yang tidak memiliki rasa .
Menahan semua gejolak yang seharusnya memiliki mu untuk di tumpahkan.
akan tetapi dengan sikap dan sekenario yang telah kamu permuat
semuanya hanya akan menjadi sebuah perasaan yang hampa.

ketika hati terluka, maka si pemilik hati harus memiliki energy yang kuat dan besar untuk kembali mengatur emosinya menjadi kembali stabil.
Membuatnya kembali normal tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak mudah terutama bagi sipemula yang tidak memiliki pengalaman dusta sepertimu.

lelaki, mempermainkan hati watita rupamu hanya manis sejenak dan kembali menjadi duri dalam daging yang sulit dikeluarkan,
berada dalam hati namun menyakitkan, mengeluarkan butuh technik khusus dan jitu.

Jika tidak mampu menjaga maka jangan mempermainkan.
hidup oranglain bukanlah hidupmu yang penuh senda gurau.

Salam tanggung jawab

Friday, October 10, 2014

ingin berlimpah..!!

aku ingin punya banyak uang...!!!
ya.. uang melimpah..!!!

jika sebagian muslim ingin hidup sederhana saja, mencukupkan diri dengan pemberian Allah,
maka aku ingin berbeda.. sungguh Tuhan aku ingin memiliki uang yang berlimpah...!!

Ketika masuk ke pedalaman kampung, melihat anak-anak kecil kurus berbalut kulit di atas tulang aku begitu bersedih karena kantong ku tidak cukup untuk membantu anak kecil itu..
Melihat anak-anak kecil yang ingin bersekolah namun terhalang biaya, hatiku selalu sakiit..!!
batinku selalu menangis, karena ingin sekali aku membantu anak-anak tersebut, memberikan biaya pendidikan hingga dia mampu mandiri...!!

Tuhan, semoga setiap muslim selalu berkeinganan agar di beri rezeki yag melimpah, agar bisa membantu saudara-saudaranya... membantu melapangkan kehidupan mereka..

tidak hanya sekedar berlinang linang saja air mata sambil duduk manis di lantai..!
berlinang linang berduka sedangkan dia tidak melakukan usaha apapun untuk membantu saudaranya..

Pedih..!!!
melihat realita kenyataan begitu..!!

Aq harus berbangun, berbenah diri mencari penghasilan yang lebih banyak lagi..
agar mampu berderma, menyekolahkan anak-anak putus sekolah yang memiliki potensi maju..

Tuhan, saya ingin melihat generasi Islam generasi yang maju, generasi yang cerdas penuh percaya diri..!!
generasi yang akan membangun islam tidak hanya sekedar berpangku, tetapi generasi yang bergerak..!!

mudahkan hamba, agar mampu mewujudkan cita-cita menyekolahkan anak anak berprestasi kurang mampu minimal 5 orang.!!
membantu adik adik kecil yang kekurangan gizi, ibu hamil yang kurang berdaya dengan rejeki-MU

Semoga cahaya dan cinta untuk MU selalu hadir di hati dan jiwa..
I Love YOU GOD..
tenangkan hati dalam iman kepadamu, berpenuh cinta dan sayang..
berpenuh rindu berjumpa dengan mu dalam cinta dan iman..

melangkah, duduk, tidur, berkendaraan dengan zikir hati kepada-MU..
tertawa, bercengkrama tetapi hati selalu penuh berbunga-bunga pada-Mu
Berpulang hamba dengan cinta kepada-Mu
dengan perasaan rindu dan ihklash..! 

Cintailah, tegurlah Hamba jika berbuat salah dan khilaf...
permudahkanlah derai air mata ketika mengingat-Mu...
berdebar-debar hati Hamba ketika Nama-Mu di sebut...

seperti nama yang orang tua berikan,,
begitulah hatiku selalu ingin terasa...

I LOVE U GOD..

Tuesday, February 4, 2014

ingatku

Berbagi dalam ingatan
Ketika semua pedar itu begitu nyata
tersusun dan rapi
Senyum, tawa bahkan sentilan..

Tak..
Tak punya dalam.
Hanya ingatan yang tidak bisa di hapus.
Mengulang ulang bak iklan di layar kaca

Ingat
Ingatan
Ingatanku
kamu

Tuesday, January 7, 2014

5 januari 2014

Pagi-pagi, setelah subuh pergi dan matahari mulai terbuka dari terselubung malam.
Bersama kuda besi aku bergerak menuju Ulee kareng, walau berputar-putar sejenak, menikmati pagi.
Tujuannya utamanya bukan Ulee kareng namun menuju jembatan besar [aku lupa nama jembatan tersebut].

Misi pagi ini adalah melihat, mengitung serta menulis berapa jumlah, dan burung apa saja yang berada seputaran sungai (berdekatan dengan jembatan tersebut). namun misi tersebut gagal, karena untuk menuju sungai tersebut maka saya harus melewati kebun rumput gajah penduduk dan Weu leumoe punya masyarakat setempat. Bukan masalah jika melawti tumput tersebut, namun setelah di guyur hujan berhari-hari yang lalu, jalanan menuju ke sungai tersebut sangai becek parah. Persiapan ku kala itu tidak terlalu tepat untuk medan tersebut. Maka aku mengurungkan niatku untuk menjejakkan kaki ku ke ujung, ke pinggir sisi sungai tersebut.
Dan tentu saja karena hal sepel tersebut, misi pagi gagal..

Aku bergegas pergi dengan menggerakkan motor menuju ke darussalam.
PAgi minggu, sehingga banyak sekali orang yang berlalu lalang di sepanjang jalan walau hanya sekedar berlari-lari kecil, bersepeda, sarapan dengan sahabat, dengan orang yang dicintai, anak, istri, atau  sekedar ngopi pagi bersama untuk mengeratkan silaturrahmi dan sebagainya.
memang cuaca pagi  sungguh hangat dengan kicauan burung, walau matahari masih  senggan untuk menampakkan warna kehangatannya di langit..

Ngopi,, ehm memang  itu pilihan yang menarik di pagi ini.
bergegas aku melangkah menuju ke warung kopi yang ada di jalan lingkar kampus. Dekmi.
aku ingat dulu setelah stunami melanda Aceh pada tahun 2004 silam, suasana di sepuran jalan ini begitu mencekam, mayat-mayat yang masih di tutup dengan kain seadanya tergelatak di pinggir jalan dan belum di kebumikan, serta sampah yang masih bertebaran dan menggunung di beberapa titik.

setelah memesan secangkir kopi dan di suguhi kue basah yang masih baru.
aku mengeluarkan buku karangan Ali kodra di Atas meja dan mencoba mencerna beberapa kata sambil menyeruput kopi hitam. Suasana pagi itu sungguh anggun, belum banyak anak muda, dan bingar warung kopi belum terasa.

Setelah menghabiskan satu bab bacaan dan beberapa potong  kue serta segelas kopi, aku melangkah pulang dan menyelesaikan rutinitas minggu.

Hari itu tanggal 5 januari 2014, undangan bahagia datang dari salah seorang teman seangkatan kuliahku dulu.
Dia menikah hari ini :D
aku hampir saja melupakan hari sakralnya.
janji sudah di buat dengan beberapa sahabat yang lain, tinggal berbenah dan dandan sedikit.

Kami janjian di seputaran emperom, karena kuda besiku  kutitipkan di rumah bang idrus.
kami pergi bersama-sama dengan memakai mobil irhas (cemburu juga dengan dia, seangkatanku, sduah berkeluarga, memiliki anak 2 dan mobil sederhana sebagai kendaraan keluarga.)
di dalam mobil telah ada fauza, irhas, istrinya dan sahabatku linda yang selalu galau.. :)

"kamu pa, hari ini benar-benar perempuan.." seru fauzan sambil tersenyum.
"Kan gak pa-pa sekali kali cantik ke tempat kawan.." jawabku sambil tertawa.

Selalu di liputi rasa bahagia jika berjumpa dengan mereka, selalu saja ada bahan menarik dan ringan yang di bicarakan. benar-benar nyaman.

Siang itu Fizail begitu gagah dengan memakai baju acehnya ( Acara Lintat Linto baroe) berjalan dengan lancar dan rame.
lepas menyicipi suguhan tuan rumah dan berpamitan dengan Fuzail kami pun melangkah pulang.
"asiiik hari ini perbaiki gizi..!" ujarku sumringah kepada teman-temanku..
"tenang pa, masih ada satu tempat lagi yang akan kita datangi.." jawab irhas
"apa??"
"iya, kita akan pergi ke pestanya mantan tentanggaku dan juga anak atasaku.."
jawab irhas mantap..
[tuink-tuink... padahal kala itu perutku sudah kepenuhan makanan, ah irhas tidak memberi tahukan awal, seharusnya bisa mempersiapkan "bagasi" perut untuk 2 tempat acara...!! ]
kami hanya saling pandang-pandang mata saja dengan linda sambil tersenyum...

"asiiiikkkk makan-makan lagi kita..!!"

Friday, January 3, 2014

Hujan dan drainase

hujan....
Banyak yang mengatakan jika hujan itu membawa berkah..
Namun berbanding terbalik dengan beberapa penduduk yang tinggal di kawasan yang sangat rentan terhadap suatu kondisi yang bernama "banjir" atau tergenang air...

Begitu juga dengan kakakku yang tinggal di Pidie Jaya, di suatu kampung bernama Tepin Pukatyang sedang mengalami pelebaran jalan untuk memuat kenderaan roda 2 dan roda 4 yang kian banyak.
"semenjak ada tanggul itu, setiap hujan datang, maka air akan tergenang"
serunya sambil melepas pandangan kehalaman rumah yang sudah tergenang air, dan becek..
 padahal hujan hanya mengguyur satu hari.
[bagaimana jika mengguyur sampai 2 atau 3 hari]

Hal ini tidak jauh berbeda dengan ucapan kak zakiah siang tadi...
"Karena hujan semalam, air merembes masuk ke dapur hingga ke mata kaki, padahal dulu tidak pernah. Itu karena di buat got, jadi ketika hujan turun, air tidak tau mengalir kemana.."

Dan ucapan itu sering sekali aku mendengar dari beberapa orang, bukan dari kakak ku saja ataupun dari kak zakiah.
Dan ketika hujan mengguyur kota banda aceh, maka air hujan akan menggenang di beberapa tempat, nah yang anehnya justru air tersebut menggenang bertepatan di sebelah saluran air (darinase) yang di buat untuk mengalirkan air tersebut.
Aneh...
Jadi fungsi drainase itu untuk apa??
atau ada yang salah dengan tata letak atau pembangunan darinase itu sendiri.

Hujan juga menjadi juri yang sangat pasti untuk memperlihatkan hasil kinerja dari pemerintah dalam membuat saluran air.. [juri yang tidak bicara, namun memperlihatkan segalanya]
jika memang saluran air itu bagus maka ketika hujan, air tidak akan tergenang,namunyang terjadi justru sebaliknya. bahkan di beberapa titik air menggenang parah.

Keheranan justru bertambah lagi, jika ingin membandingkan hasil buatan belanda [yang konon katanya penjajah itu] hasil bangunan mereka berdiri kokoh hingga ratusan tahun dan masih dapat berfungsi dengan baik hingga sekarang, dan mereka membuatnya dengan pertimbangan yang cukup baik dan di bangun sebelum dunia ini canggih dan modern (dengan perlengkapan yang sangat manual).
Seharusnya dengan perkembangan dunia yang semakin canggih dan modern ini, pembangunan yang telah di buat menghasilkan karya yang jauh LEBIH bagus dari pada hasil karya belanda yang dibuat ratusan tahun yang lalu.
NAMUN...
Lihatlah buah karya dari anak negeri untuk negerinya sekarang ini.
di buat di jaman modern dengan tehnology yang canggih sekarang, Namun hasilnya justru sangat buruk..
contohnya saja drainase tersebut..
seakan-akan drainase itu dibangun tanpa memiliki fungsi apapun, di buat hanya untuk menambah asesoris tata ruang saja..

Malam kian larut, dan hujan melai kembali mengguyur kota ku, memberikan rahmat yang Allah berikan yang tidak jua padam..
Keserakahan manusia yang membuatnya menjadi petaka bagi rakyat kecil...
Hujan laksana doa bagi Alam.. ,Mendoakan bumi dengan segala bentuk yang di berikan..
kesejahteraan bagi alam yang kering, kehidupan bagi tanah yang gersang.
dan hujan [air] adalah sumber dan cikal bakal kehidupan.
tak dapat di pungkiri.

Sambil menikmati suara hujan yang mulai berdendang di atas seng, aku kembali menyeruput seteguh cairan hitam, kopi.
Gut nite, berkah untuk semua ||


Thursday, January 2, 2014

Pergantian tahun dan sedikit mengulang memori

hari ini di penghujung tanggal  31 Desember, sekaligus penghujung tahun 2013.
Suasana kota banda Aceh 9mungkin juga seluruh aceh) mendung dan hujan rintik-rintik menyemarak suasana bagi penggelana agar terjerebab ke tempat tidur dan mendengkur..
Namun memurungkan wajah si pencari bingar tahun baru, karena spanduk bertumpah ruah untuk melarang perayaan tahun baru, satpol PP dan juga WH ikut berjamur di sepanjang jalan, seakan-akan perayaan tahun baru adalah penyakit yang harus segera di congkel keluar..

ah lupakan saja mereka..

aku??
jangan tanya aku...!!
planning ku semua buyar..!!
ke pulau, ke kota tinggi atau ke... lupakan..!!
aku tidak ingin mengingat untuk sejenak.
toh, kuda besiku sudah dua bulan belum di servis.

Mencoba menghilangkan suntuk, aku kembali membuka lembar-perlembar kenanngan gambar (foto) yang pernah kutoreskan bersama mereka sahabat-sahabatku..

Bersama Evi dan fitria kami pernah menuju puncak goh lumoe. Dasar memang nekat, kala itu tidak satupun dari kami pernah menjejakkan kaki di puncak itu. sore tepat pukul 16.00 WIB setelah mengisi air untuk perbekalan di rumah penduduk dan meminta izin dari geuchik desa lam guron, kami pun bergerak menuju pintu rimba. kala itu belum ada anak tangga beton seperti sekarang. Hutannya juga masih rimbun dan kebun belum banyak yang di bersihkan.

Seperti biasa, berdoa selalu dilakukan sebelum pendakian.
Perbekalan kami bawa  pun tidak begitu banyak, hanya daypack kecil di punggung masing-masing yang sudah terisi tenda, trangia, SB, Baju ganti, Parang, sayur mayur, beras,  piring en gelas, spritus, Jerigen dan perkakas lainnya yang sudah terbagi rata.

Kala itu Butet yang paling kecil di antar aku dan badak (asikkan kalau di panggil badak :P ), posturnya imut-imut namun tenaganya kuda. tidak pernah mengeluh selama perjalanan, dan selalu tertawa lepas. ah itu perempuan memang sangat jago kalau sudah di depan trangia, dia akan betah berlama-lama mengolah makanan, kemudian dilanjutkan dengan menyeduh kopi dan mengolah makanan lainnya.

Nyaris kami tidak bertemu dengan peladang selama kami melintas, terlihat di kiri kanan jalur yang kami tempuh, pohon cengkeh yang sudah besar dan banyak namun tertutup oleh semak belukar, terlihat sekali kalau ini kebun yang dimiliki penduduk namun di tinggalkan ketika masa konflik memanas di Aceh.  Tidak hanya cengkeh, namun pohon durian yang tinggi-tinggi ikut menyemarakkan  perjalanan, namun tidak jauh berbeda dengan pohon cengkeh tadi pohon durian juga bersaing ketat dengan semak belukar yang padat.
Diantara semak tersebut di penghujung jalan setapak yang kecil kami menemukan sebuah pondok yang kerap di pakai oleh peladang, namun pondok itu tidak terlalu terurus, seperti rusak dimakan waktu, walu terlihat beulangong tanoh dan batee seumeupeh yang tersusun rapi.

Dari pondok kecil di dalam hutan itu kami mengambil jalur kekanan.
Alhamdulillah kami membawa parang kecil, sehingga jika ada belukar yang menghambat di dalam perjalanan  segera kami tebas. dari sini pendakian sudah mulai terlihat berbeda dengan jalur yang kami tempuh tadi, jalur sudah mulai curam dan padat dengan semak belukar di beberapa titik.
Jangan tanya semangat kami, masiiih full... :D

Ehm.. sedikit aku perkenalkan si badak ini, kalau butet tenaga kuda maka badak ini memang bertenaga badak, maklum saja saya, perempuan ini berasal dari dataran tinggi gayo yang berkelok-kelok, wajar saja tenaganya badak, sitiap hari dia di tempa oleh alam takengon untuk naik turun lembah diantara kebun kopi yang padat. Perempuan ini begitu tangguh dan juga penyuka gunung, tenaganya selalu ada seakan-akan "power bank" ikut menyertai setiap langkahnya.. heran saya... :P

Jujur aku sangat menyukai perjalanan jika dilakukan satu tim perempuan semua, aku bisa lega dari kepanasan karena bisa membuka kerudung, sehingga semilir angin bisa langsung membasuh peluh (nikmatnya). Dan tentu saja bebas untuk berekspresi, dan tidak perlu canggung :D
(hal yang sama dirasakan jika perjalanan di lakukan oleh laki-laki saja)

Disepanjang perjalanan, sekali-kali kami berhenti apalagi jika di tempat itu pemandangannya begitu indah memandang lautan dari sela-sela pepohonan apalagi angin semilir berhembus dan menerpa wajah..
Kami bertiga berjalan beriringan, kadangkala badak di depan, butet di tengah dan  aku di belakang, sesekali formasi itu juga berubah, menjadi butet, badak dan aku atau aku, butet dan badak. Semua mengalir begitu saja, karena tidak ada leader di tim kami. :)

Ada salah satu bagian yang aku senangi, di lereng yang batuannya begitu rapuh, harus berhati-hati dalam melangkah dan berpegangan, namun diantara perdu dan semak, diatas sebuat tebing yang tidak terlalu tinggi kami bisa berdiri sambil menikmati pemandangan yang begitu indah setelah melewati canopi hutan yang lumayan padat walaupun tidak terlalu tinggi, sedikit pemandangan merupakan bonus yang tidak terkira, berdiri sejenak sambil meresapi belaian angin (kalau kata Gie :D )

Perjalanan santai, diantara semak-semak yang tajam, bebatuan yang cadas (karena goh leumo merupakan kawasan batuan karst ), angin semilir berhembus, kami begitu menikmati perjalanan walau kadang sedikit berbicara karena pengaturan nafas yang perlu di tatar dengan baik dan juga mencoba mencerna dengan hati akan setiap hal-hal baru dari langkah baru yang tertapaki. Alam sangat bersahabat, cerah.

Goh Leumo, salah satu gunung yang paling berdekatan dengan kota Banda aceh, terletak di Aceh Besar. Bisa di daki melalui desa Lam Guron, Desa Lam badeuk maupun dari lhok nga, kalau tidak salah gunung itu juga termasuk paling banyak jalurnya, dari mulai jalur peladang hingga jalur yang di buat oleh pendaki (Anak MAPALA)
Maka jika salah pengambilan jalur, maka anda akan berhadapan dengan tebing yang curam, yang susah untuk didaki (jika tidak membawa alat), kecuali mencari jalur baru lagi.

Setelah melewati lereng yang terjal kemudian kami berada di punggungan yang sangat nyaman, karena begitu teduh dan tenang. Dan daerah ini juga termasuk bagian yang paling aku senangi karena begitu damai berada di bawah pepohonan yang menjulang tinggi dengan tumpukan serasah yang menebal di bawahnya dan juga akar pepohonan yang memintal padat seakan-akan memberikan janji kepada kita jika tanah disini aman dan tidak akan tergerus oleh air hujan yang lebat. Sampai disini sudah sore, kami harus mempercepat langkah kami menuju ke sisi kiri, dengan target puncak. Diantara banir pohon tersebut kami bergerak cepat dan teratur, suasana sore dan pepohonan yang semakin padat membuat suasana di hutan menjadi gelap..

Kemudian kami berjumpa sebuah persimpangan, satu jalur menuju kekiri dan agak sedikit menurun serta rimbun sedangkan jalur satu lagi menuju kekanan dan sedikit mendaki, kami bingung di jalur ini, dan suasana hutan telah menjadi gelap, akhirnya aku mencoba berjalan kesisi kiri (entah mengapa aku begitu yakin kesana) kemudian badak memanggilku dari belakang
"kemana cel, itu menurun..!"
"gak pa-pa Aku coba lihat dulu jalurnya.."
dan beberapa langkah di depan aku melihat sebuah drum besar yang di pakai untuk menampung air,
"ada drum besar disini... kemungkinan kemari jalurnya.." seru ku..
Kami pun mencoba menyusur jalur itu diantara kegelapan senja, dan memang jalur itu jalur menuju puncak, memang agak sedikit menurun sebelum tanjakan, mungkin jalur itu di buat untuk menghindari semak belukar yang lebat disisinya...

Alhamdulillah pilar terlihat dengan sangat gagah, kami tiba dari sisi kiri pilar,
pada saat itu kami begitu lega, terdengar sayup-sayup dari jauh suara azan yang berkumandang, dan tepat pukul 19.00 WIB kami sampai ke puncak..
:D
bahagia rasanya..
Tanpa Berleha-leha kami mulai berbagi tugas tanpa ada yang mengkomandoi, masing-masing tau diri untuk tidak diam dan bergerak berbuat sesuatu, mengeluarkan tenda, dan mendirikannya bersama-sama, kemudian mencari kayu dan memasak untuk makan malam..

lelah itu tergantikan kawan, dengan kerlipan lampu yang begitu riuh di bawah..
dan malam itu kami menikmati dengan secangkir kopi dan api unggun yang anggun...||

malam ini??
aku melawatinya di rumah bersama dinding-dinding dingin ini...

rindu kalian badak dan butet.. :*

Saturday, December 28, 2013

28 Desember 2013

Menghitung hari menuju ke pergantian tahun 2013.
Menghitung setiap jam, serta merenung perjalanan hidup di tahun ini yang berjalan di tempat tanpa ada yang istimewa dan menantang..
Terlalu lenbay..!!

ehm klo di bilang tidak ada perjalanan menarik mungkin aku sangat salah menilau sendiri..
yups..

Mari di ralat,  perjalanan tidak menarik disini mungkin dari segi akademis dan kemerdekaan finansial yang belam juga terteguk dengan pantas dan nikmat.

Yups.. Akademis ku sungguh lumayan buruk pada tahun ini, tidak ada perkembangan yang significan, dan berjalan sangat datar dan apa adanya.

Bukan untuk merutuku keadaan, hanya kecewa dengan diri sendiri yang belum bisa menghandle serta menjaga waktu dengan baik dan tertib.
Semua dikendalikan oleh keinginan dan hawa nafsu belaka.

Terlalu sering mentolerir atau bersikap permisif terhadap diri sendiri.
Bertolak belakang dengan nasehat bung Mario, karena pemuda adalah pejuang..

OMG...
Rasa ku untuk bersuang kian melemah..
terantuk dalam pusaran kebosanan dan menguap di penghujung samudera.


Friday, December 27, 2013

27 Desember 2013

Hari ini ternyata hari Jumat...
ah aku lupa...
Pagi menjelang siang aku keluar dari sangkarku dan menuju sebuah warung kopi langganan di tengah kota banda aceh untuk menikmati secangkir kopi hitam dan sarapan pagi..

Beberapa hari ini aku muak melihat hp.
Banyak kerjaan yang belum aku selesaikan dan tidak aku coba selesaikan.
aku serasa mau muntah dan depresi stuck hebat.
Kalau kata kak yanti, 
"kok bisa stuck?? dan aku belum pernah merasakan stuck hingga sekarang, kecuali jika suatu hari nanti terjadi sesuatu dengan ayahku dan aku harus membiayai adik-adikku maka disitu aku akan merasa stuck.."
Pungkas kak yant;i pada suatu hari ketika bertanya kepadaku tentang aku menggalau seharian.

dan aku tahu penyakitku adalah menunda pekerjaan.
Hal itulah yang membuat kepala dan hatiku tidak tenang.
dan celakuanya lagi walaupun aku menyadari dengan sangat baik dan dalam keadaan sesadarnya bahwa penyebab penyakit jiwaku itu namun aku tidak menyembuhkannya dan malah membuatnya semakin larut dan larut.. Bodoh...!!!
..
Kembali tentang hari ini, aku menyesap kopi hitam yang nikmat sekali, seakan menjadi penyegar otakku yang mulai bungkam.
Menyeruput dalam dan nikmat.
dan aku selali menyukai aroma kopi.
Tidak seperti kebosanan yang membunuh, maka tidak dengan aroma dan rasa kopi, aromanya menyegarkan dan disesap nikmat

kembali dengan rutinitas, maka aku merasa seperti orang yang tidak memiliki peta di tangan dan aku buntu akan semua perjalanan hidup. Membuntu daiantara banyak pilihanyang belum jua menenangkan hidupku.
Aku...
dan terus saja banyak perasaan yang menghantam otakku.
Dan selalu saja aku merasa kehidupanku berjalan MELAMBAT dan sangat PELAN
Berharap agar akhir tahun ini berakhir dengan mengambil semua kebosanan dan kebusukan hidupku.
Sehingga kelak ketika aku menjalani tahun beru depan, maka aku akan menjadi jiwa baru dengan keberkahan ilmu dan kesuksesan hidup, berhenti merutuki dan belajar IHklash. :D

Siron, 26 Desember 2013

Sayup-sayup terdengar pengumuman yang di sampaikan dari mesjid kampungku.
Pengumuman bagi kaum adam untuk segera melangkah menuju ke mesjid, gotong royang persiapan Peringatan tsunami yang akan dilaksakan besok [26 Desember 2013]

Tak terasa sudah lebih sewindu tsunami menerjang Aceh.

Seakan seperti gong kecil di otakku yang berdetang-detang untuk mengingatkan agar aku menyempatkan diri "mengunjungi" adikku dan keluarga yang lain yang telah berpulang pada tanggal 26 Desember 2004 silam.

26 Desember 2013.
Pagi ini, matahari enggan menampakkan diri, seakan ikut lebur dan merasakan duka yang mendalang kala 26 Desember 2004 silam.
Langit tidak cerah, namun begitu syahdu.
aku berangkat menuju desa siron di kawasan Lambaro Aceh Besar.
Mengunjungi "perisrahatan" adikku dan keluarga besar telah berpulang yang kami yakini berada disana.

Sesampai disana, aku tidak sendirian, ternyata sudah banyak mobil pick up yang telah berdiri rapi dengan atap terpal buatan untuk penahan hujan, motor dan juga mobil keluarga.

Jiwa terasa berbeda ketika mulai melangkah turun dari motor.
Aku tidak bisa mengungkapkan apa yang bergemuruh di hatiku, rasa rindu yang bercampur sedih mengingat adikku yang telah berpulang.

Perlahan aku menuju ke tempat wudhu dan membasuhkan diri dengan berwudhuk.
tenang
Setelah membenarkan kembali jelbabku, aku melangkah menuju ke arah kuburan massal yang di pisahkan oleh dinding selutut yang bisa di pakai untuk duduk untuk berdoa menghadap kekuburan tersebut yang tertutub rumput...
Aku memilih duduk menjauh dari banyak orang, dan menjauh dari panteu yang di buat khusus untuk berdoa, dan duduk berada di belakang monumen kecil berbentik piramid.

Mengambil Alquran kecil di dalam tas, dan membuka halaman 440 mencari surah yasin.
Memulai dengan membaca Bismillah, aku mulai berdoa dalam hati untuk kelapangan kubur adikku dan saudaraku dan banyak lagi...
Aku mulai tidak kuat, dan tidak terasa air mata mengalir di pipi, oh Tuhan aku merindu dia, adikku.

...
Tanggal 24 Desember 2004 [hari jumat] aku diantar adik lelakiku menuju ke setui, disana ayah menungguku untuk kembali ke jantho [kampung tempat aku dibesarkan].
Entah mengapa tanpa tau alasannya ketika aku memandang terus kepergiannya, sedih tak tau mengapa.
Dan hari itu aku terakhir melihat adikku.

Ketika hari Sabtu kakak ikut kembali ke Jantho, ternyata adikku tidak ikut, katanya dia mau kembali hari minggu.
Dan benar dia kembali pada hari munggu, Kembali ke pangkuan Rabb dengan Alasan Tsunami.

...

Selesai membaca yasin dan menenangkan diri, aku kembali berdoa agar segala kerahmatan dan Cinta Allah selalu terlimpahkan buat mereka dan kami yang di tinggalkan..

Dan aku melangkah pulang kembali kerealita dan peradaban, setelah kelegaan "mengunjungi" adikku  dan keluarga yang lain disini, desa Siron, Lambaro 


Wednesday, December 25, 2013

24 Desember 2013, menjelang akhir tahun

Rumput tetangga memang selalu lebih hijau.
kadang kala pepatah itu memang benar adanya [bagi saya terutama].
ehm..
tapi yang harus digaris bawahi adalah penempatan kata "kadang"
kata "kadang" ini menindentifikasikan kepada sesekali, [artinya tidak selalu]
dalam hal ini saya tidak akan membuat perandaian orang, tapi merujuk kepada saya saja.
nah, begini ceritanya.
[macam dongeng aja :) ]

Ketika mendengar ibukota, hal yang langsung terbayang dibenak saya adalah "macet",
yach, aku sangat membenci bergerak pelan, bahkan terkadang stuck dengan kondisi gerah dan panas di dalam sebuah angkotan umum, belum lagi dengan iringan dendangan lagu dari pengamen yang memekakkan telinga, itu baru satu kata,
belum lagi pedagang yang berserakan di sepanjang jalan, diatas trotoar [yang seharusnya di pakai untuk pejalan kaki -_- ], diantara ruko-ruko sempit, di bawah pepohonan rindang, hingga kepinggir jalan dan memakai badan jalan, nah yang lebih parah lagi jika ada adengan "pasar tumpah",
belum lagi ada adegan angkot yang bergerak "semau guwe", berimpit-impit, ngetem di pinggir jalan dan terlalu banyak,
ah, itu hanya sedikit saja yang berhadir dalam bayangan otak saya, belum lagi pemandangan para gembel yang memprihatinkan, para lansia yang tidur di trotoar jalan [kasihan], sungai yang berwarna hitam, sampah yang berserakan hingga pengap karena gedung yang semakin tinggi mencakar langit.

... baiklah, pending saja, padahal tadi saya ingin menambahkan beberapa lembar foto, namun berhubung koneksinya sangat buruk, maka kita batalkan saja ;)...

kembali lagi ke kata ibukota, pada intinya yang terbayang adalah keruwetan, macet, berisik, udara kotor, sungai yang jorok, angkot yang berjibun, pedagang kaki yang tidak tertib, motor yang berlimpah .... dll
ah, sudah seperti rutukan saja..

tapi di kota besar, mengajarkan makna dari kerja keras, kemauan, kedisiplinan, berhemat, kemandirian, ketekunan, menghargai kehidupan bahkan menghargai pekerjaan yang sudah anda dapatkan sekarang, karena mencari pekerjaan sangatlah susah disana apalagi bagi seseorang yang tidak memiliki skill khusus dan pendidikan yang mampuni [yang berijazah saja sangat sukar mendapatkan pekerjaan apalagi yang tidak memilikinya].

di kota besar semua berjalan begitu cepa, dan bahkan semua orang harus berlari untuk mengerjakan sesuatu, karena jika dia tidak sigap, cepat dan gesit maka orang lain sudah siap menghadang dan menjungkalnya untuk keluar dari posisi yang sudah di dapatkannya dan tentu saja siap menggantikannya.
memang berat persaingan disana, maka jangan heran jika banyak orang bekerja bertahun-tahun pada bidang yang tidak disukainya sama sekali dan dia  bertahan karena persoalan ekonomi yang mendesak dan tentu saja alasan susahnya mendapatkan pekerjaan di kota besar.

Menghargai kehidupan.
Mengapa dengan penggalan frasa diatas..?
begini, dari keruwetan ibu kota, seperti yang sudah saya katakan tadi banyak dari para pekerja yang mengerjakan hal-hal yang tidak disenanginya namun tetap saja harus dikerjakan karena tuntutan ekonomi yang semakin besar, nach bagi penderita hal ini, saran yang saya adalah menghargai kehidupan yang sudah anda  da[atkan sekarang.

bukan berada pada stuck, namun disebalik upaya anda untuk mendapatkan pekerjaan yang berkesesuaian dengan selera anda maka menggalan frasa diatas harus anda terapkan lebih dahulu.
menghargai bisa berkonotasi pada makna mensyukuri.
kata syukur menbuat hati menjadi lapang dan luas dari impitan perasaan "terpaksa" karena deadline kantor dan bos yang judes.

bagaimanapun pekerjaan yang telah anda dapatkan sekarang maka menghargai apa yang sudah kita punya sekarang menjadi pointer yang sangat besar, karena jika kata menghargai itu tidak berhadir maka tentu saja kata syukur itu tidak ada maka jangan harapkan ketenangan dalam jiwa dan diri anda akan anda dapatkan.
Hal ini tentu saja sangat beresiko pada detak jantung anda yang kurang stabil, tekanan darah yang selalu meninggi, raut muka yang selalu kaku maka resiko terserang penyakit akan menjadi tinggi..

Alangkah baiknya memang jika mendapatkan pekerjaan yang berkesesuian dengan minat, tapi mengerjakan apa yang sudah anda dapatkan sekarang dengan syukur yang berlimpah tidak buruk tentunya.
maka disini anda akan belajar "berikhlash" di sepanjang waktu dengan disertai rasa syukur atas apa yang anda dapatkan sekarang.
maka jiwa dan hati anda kan lebih damai dan tenang. Maka raut wajah menjadi cerah dan hidup :D




Sunday, December 22, 2013

jalan ke bogor akhir tahun 2013

pada awal menjejeakkan kaki ke kota bogor, aku begitu gembira dan senang karena aku telah sampai ke suatu kota yang terkenal dengan kota hujan..
sejak aku kecil, [tepanya ketika aku SD] guruku mengajarkan kalau kota hujan itu ada di kota bogor, dimana disana juga ibu kota pemerintahan Indonesia pernah berpindah dari jakarta.

dan aku  mengenal lagi cerita bogor itu dari guru fisika ku [guru kelas 2 SMA] waktu itu beliau bercerita ketika menempuh pendidikan S2 disana, dan dia menempati sebuah rumah sederhana bersama keluarga kecilnya, katanya untuk mendapatkan cahaya maka ada beberapa bagian di atap rumah beliau ditutup dengan kaca, jadi didalam rumah lebih terang walaupun tidak ada jendela.
Adayang menarik, kata beliau, suuatu ketika kaca-kaca tersebut pecah semua, awalnya beliau mengira jika ada-ada anak-anak iseng yang melemparkan batu, namun yang anehnya suara ribut seperti benda yang berjatuhan di genteng tidak juga berhenti, dari lubang-lubang atap tersebut bongkahan-bongkahan es masuk.
Dan ketika beliau keluar, ternyata di halaman rumah sudah di penuhi bongkahan es juga, ternyata  suara tadi adalah suara "hujan es"

Hujan es, dari beliau lah aku mengenal kata hujan es di Indonesia yang negeri tropis ini.. aku jadi membayangkan bagaimana bentuk dan rupa hujan tersebut.
cerita itu menjadi fragmen tersendiri di dlam otakku, diantara percaya dan tidk percaya..

di awal tahun 2005 aku mendapat kesempatan untuk tinggal di kota hujan tersebut. Bogor.
dan aku begitu girang sekali karena aku akan "merantau", tinggal jauh dari kampung tercinta.

Sentul, desa yang terkenal karena sirkuitnya.
disitulah aku menetap, di sebuah asrama yang berstandr international. menarik :)

kembali dengan kota bogor.
disinilah aku mengenal kota yang bukitnya hanya ditanamin singkong.
gilaaa aja, singkong ditanam di berbukitan yang luas, aku jadi bingung bagaimana kalau hujan, dan siapa yang bakal menyerap air?
maka, tidak jadi heran jika masyarakat jakarta ketar-ketir kalau bogor di guyur hujan berhari-hari, dan Jakarta pasti banjir..
belum habis rasa bingungku, aku mulai merasakan bahwa kota bogor jauh berbeda dengan gambar yang ada diotakku dulu..
hal ini mungkin aku terlalu terbayang-bayangi oleh asrinya negeriku aceh...

ya.. memang bogor terkenal dengan sebutan Buitenzorg yang artinya "lepas dari segala kepenatan"..
tapi..
sangat berbeda dengan ayang aku rasakan..
jalanan terlalu padat di sebagian tempat, apalagi jika angkot, bus dan motor mulai tidak tertib.. semua bakal dijadikan jalan, termasuk trotoar,...


Pada tahun 2006, aku bekerja di sebuah pabrik garment dan tinggal di kawasan "tiga roda" namanya..
aku menempati kos-kosan yang hanya satu bilik saja, setiap bulannya aku menyetor sekitar 175 ribu rupiah, mahal memang, tapi tempatnya lumayan nyaman.
disana aku berkenal dengan seorang ibu dan putrinya novi yang berasala dari jawa tengah. dia begitu baik dengan aku dan beberapa anak kosan lainnya yang bekerja di tempat yang sama.
berkat beliau kami selalu akrab satu sama lainnya. bilik si ibuk menjadi based kami kala pagi tiba.
secangkir kopi panas dan roti seadanya tersedia diasana. dan kalau malam tentu saja nonton bareng dan gratis.. :D

di kosan itu juga aku mengenal beragam tingkah polah manusia.
meliahat laki-laki dan perempuan yang tinggal serumah tanpa ikatan, melihat keluarga yang bertatoo banyak, [dan aku selalu agak was-was ketika melewati bilik mereka], melihat ibuk kos yang punya rumah yang sudah tua dan pikun [sering berjalan-jalan di depan rumah sambil bernyanyi dan tertawa sendiri, tak begitu lama, karena segera di bawa pulang oleh pengasuhnya], mendengar seorang perempuan yang berteriak-terik ketika malam tiba karena di pukul olesh suaminya yang tentara, melihat sepasang suami istri yang bekerja banting tulang untuk menyekolahkan anaknya, melihat persaudaraan dan persahabatan, dll.

dan di kamar itu juga akumerasakan sebuah moment yang membuat aku kembali ke fragmen cerita masa SMA, yakni hujan es.
suatu sore kala aku hendak tidur karena hujan mengguyur lebat sekali beberapa hari di kota bogor. tiba tiba terdengar seperti suara lemparan batu ke atap kosan..
pertama-tema pelan, kemudian makin kencang dan merata. aku jadi penasaran, ketika aku membukakan pintu kamarku, tanpak bongkahan es dengan ukuran tak beraturan berjatuhan di tanah..
asiiiiilkkkkkkkkkkkkk hujan es ternyata.
tak bisa kubayangkan perasaanku saat itu, karena aku bisa merasakan hujan es yang terkenal itu.
menurut tetanggaku, hujan es sudah sangat lama tidak pernah terjadi lagi. Jika sedang hujan es, penduduk akan mengumpulkan bongkahan es tersebut dan menyimpannya di freezer kulkas.
dan akan di pergunakan sebagai obat ketika anak mereka sakit.
Hujan es bagi mereka akan membawa penyakit bagi anak-anak.


pada akhir tahun 2013, aku kembali bersilaturrahmi ke kota bogor, kembali berjumpa dengan beberapa sahabatku yang sudah lama tidak bersua.

dan Buintenzorg itu memang murni tidak pantas lagi di sandang oleh kota bogor..
maceeeetnya sangat parah sekarang, sampe benar-benar stuck...
terus, hotel semakin membanjiri di kota ini, banyak gedung-gedung pencakar yang mulai berdiri.
aku miris dan sedih melihat kota bogor yang sudah mulai berganti wajah, walaupun aku bukan penduduk kota bogor..
kesemerawutannya semakin memanas.
dan aku merasa bahwa kinerja walikota bogor belum berdampak apa-apa untuk masyarakat disana.

dan pada akhirnya tidak menarik untuk pergi kemana-mana.
hanya stay di rumah saja.. [kalah dengan macet..] ||

Friday, November 8, 2013

secangkir sangar tak membuat sangar..

Jam menunjukkan pukul 6.
sore ini mendung menggantung tebal diangkasa.
Hujan memang mengguyur lebat, namun tidak semua bertumpah ke bumi. masih menyisakan awan tebal di langit.

Malas dan diiringi rasa kantuk yang panjang. aku melangkah keluar dari kantor itu.
pulang..
aku keluar dan memakai sepatuku dengan perlahan. Bau sepatu mulai terasa, mungkin karena lembab kemarin yang mengering tanpa sinar matahari.

Kedua sepatuku sudah terpakai dengan baik, dengan rasa malas aku mendorong motor hitam andalanku yang mulai menderit [bautnya banyak yang terlepas] keluar dari parkiran.
Dan aku mulai menstarter dan bergerak pulang..

selalu saja ada perasaan bahagia ketika mengendarai motor hitamku itu, ketika kecepatan bertambah, jalan mendukung, suasana hati bagus, dan suara klaksonnya yang menggelegar..
Begitupun sore ini, rasa malas dan tak keruan menghilang seketika, ketika aku berada diatas motor dan melalui jalan tepi kali yang di tumbuhi cemara laut yang rindang. hati menjadi nyaman.

sesampai di rumah, tempat tidur menjadi tempat utama untuk melepaskan lelah..
nyaman...!!
[comfort zone yang tak tergantikan untuk saat ini]..

Tidur sejenak merehatkan mata ini adalah pilihan yang tepat apalagi suasana dingin karena mendung.

Sore berganti malam dengan pelan, dan malam ini terasa begitu manis.
pergantian malam mengiringi pergantian hati.

Ketika semuanya terasa ringan dan menyenangkan..

dan secangkir sanger di sudut BJ pun menjadi sangat lezat dengan sepiring cane aneh buatan sang koki, menambah romantis suasana.
[secangkir sanger tidak akan membuat sangar..] hahaha..

Dan kembali lagi pada "bagaimana cara menyikapi kehidupan"..
Hal yang menarik sekalipun jika  disikapi dengan burk maka menjadi buruk dan tidak menyenangkan
begiru juga sebaliknya..

dan hujan kembali turun dengan pelan dan lembut, aku manatap pelan ke layar laptop menonton film kesukaan ku yang sudah lama tidak pernah aku lihat.. Kenshin Himura..!!

matanya, semangatnya, positive thingkingnya, serta ragam ekspresinya.. Sukaaaa..

Thursday, November 7, 2013

.. siang panas dan

Udara menggelantung panas di luar..
Bosan dengan rasa gerah ditambah bulir keringat yang terus menetes di dahi dan membasahi tubuh.
Beitulah kalau sedang musim panas datang maka dengan hebohnya keringat mengucur di seluruh tubuh.
Dan tentu saja aroma tubuh juga berubah..

kata seorang temanku yang tingal di Bogor,
"panas itu membuat kita bodoh, malas kemana-mana dan tentu saja malas berfikir.."
entah benar pernyataan itu tapi aku juga tidak mengiyakan atau membantah..

Tidak jauh berbeda dengan siang ini. udara panas, kipas angin yang berjarak jauh dari tempat duduk sehingga hembusan anginnya yang tidak maksimal membuat suasana gerah tidak berkurang.
Dengan malam aku kembali membuka FB, dan membuka sebuah Group perempuan..
tiba-tiba .... tuink..!!
aku membaca sebuah posting tentang
 ".. semangat kartini"
[ya memang pada saat itu sedang peringatan hari kartini, 21 April]..

Duch.. hingga sekarang aku sangat bingung, ketika perempuan aceh yang semangat juangnya tinggi, justru memuja RA Kartini..!
Bukan maksud merendahkan semangat mengajar kartini yang sangat di puja itu.
jujur saja hingga sekarang aku bingung mengapa dia dipuja sekali hanya karena mengajar dan melakukan korespodensi dengan perempuan Belanda..

Pejuang aceh yang berjenis kelamin perempuan sangat banyak bahkan sengat berani dengan jiwa kepemimpinan dan taktik jitu yang membuat penjajah harus berhati-hati.
sebut saja Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Laksamana Malahayati, Pocut Baren dll..
Memang berbicara atas nama besar mereka, sedikit sekali riwayat yang di peroleh karena pada saat itu memang, tulisan dan menulis bukan menjadi hal yang prioritas atau bahkan dianggap tidak begitu penting atau karena memang budaya di Aceh yang lebih mengandalkan budaya tutur dan mengingat..

Sehingga perjuangan mereka yang begitu besar kalah dengan kartini.
karena kartini memiliki rangkuman lengkap atas tulisan korespodensi yang pernah dia lakukan pada masanya.

suatu siang di sebuah desa tempat tinggal Pocut baren..
aku mendengar cerita seorang bapak tua.
"Pocut baren han geutueng gaki palsu nyang dijok le beulanda, gobnyan leubeh geupileh geubayeu ureung untuk geu me ngon di gok..."
karena hadiah pemberian "kaphe Beulanda" dan juga harga diri yang menjulang tinggi yang dia punya.

ya.. harga diri dan semngat juang yang kian hari kian meluntur.
ya.. saya malu dengan mereka..
para pejuang perempuan aceh yang kian terlupakan oleh dara Aceh sendiri...

kembali ke FB tadi..
dengan goresan miris aku tidak ingin berkomentar apa-apa terhadap status itu.
Dan mulai menerka-nerka apakah mereka ingat dan peduli tentang hari lahir dari para pejuang Aceh.
seperti pada tanggal 6 November dll. []

Wednesday, October 30, 2013

Rindu

Membanyangkan rasa rindu saja membuat hati menjadi sumringah dan langsung saja warna pink datang bermunculan dengan genitnya tanpa aku undang. Mentel..
Pink??
Iya, warna genit yang kubenci namun kurindu juga kala rindu mengepul di otakku.

Bagaimana rasa rindu itu?
entahlah bagiku yang awam ini hanya menerka-nerka saja, dan mencoba merangkai-rangkai dengan jalinan yang ada yang mungkin tidak bersesusuaian dengan definisi para pujangga atai psikolog..

Rindu adalah ketika rupa semerawut mu selalu tampil di otakku seperti iklan di tv yang tidak pernah atur namun selalu bermunculan dengan pongahnya di setiap menit.
RIndu kala asap tebal rokokmu mengepul tebal ke wajahku dan tentu saja aku menggerutu namun aku selalu mendekat jua ke asap itu..
kala hati, otak, mulut dan prilaku tidak seirama. hati mendekap mesra, namun prilaku dan mulut mengutuk parah.

namun kamu menolak waktu dan aku terjungkat waktu.
tidak seperti yang lain yang semakin gagah dengan waktu, sedangkanmu meranggas tua dan mati.!!

Ah masih sedikit penafsiranku akan kata rindu itu. pengalamaku denganmu aku rasa sangat kurang sehingga aku hampir melupakan rasa rindu yang dulu pernah mengganggu otak, gerak, jiwa dan ragaku,

dan rindu sekarang menjadi seperti secangkir teh hangat yang dieruput mesra kala  hangat tetapi ditenggak cepat karena dingin. dan berakhir di kamar mandi melalui seni kuning dan DILUPAKAN..

Thursday, October 24, 2013

bosan malam di Yuke MT

pernah merasa bosan.  suntuk dan serba malas mau mengerjakan apapun...???
pernahkah..??

aku sering merasakannya.
ketika hati, otak dan jiwaku bersekutu dengan tubuhku untuk perasaan malas menggunung..!

sehingga apapun yang aku kerjakan menjadi terbengkalai ataupun tidak terlaksanakan sama sekali.
Dan yang paling parah ketika beberapa hari samapai aku tidak keluar dari "sangkar". dan aku hanya bergolek-golek mesra di tempat tidur, menonton film kesayangan, kembali ke posisi tidur, ke kamar mandi, makan sisa perjuanagn di rumah, ke kamar mandi lagi dan kembali tergolek tidur.
rasa MERDEKA akan jiwa sendiri.. [hahahaha]

Pada satu titik aku membayangkan memanjakan diri dengan segala aktifitas kemalasan itu.
ya,...!!!
memanjakan kemalasan, setelah ragam aktifitas memenuhi jadwal padat yang tidak jelas.
[pergi pagi-pulang malam]

tetapi terkadang sebagian otakku juga tidak menerima akan aktifitas itu.
[katanya aku terlalu memanjakan "masalah" yang bertimpa-timpa]
benarkah itu??
ah aku menepisnya dan merasakan bahwa "sebagian" otakku itu hanya cemburu pada aktifitas sebagian lagi..
[kilahku untuk membenarkan rasa malas yang tidak berakhir itu]

kalau orang berkata itu suntuk maka aku berkata itu adalah bosan yang romantis..||

Thursday, October 3, 2013

pertama di asrama "sedarah". JOGJA 1

sebulan di tanah Java memberikan banyak pengalaman yang begitu berarti.
mengenal akan arti persaudaraan di tanah perantauan, mengenal budaya jawa yang di kemas secara apik oleh seniman disana dan dihargai serta di apresiasikan oleh masyarakat disana dengan begitu baik juga, mengenal orang-orang baik yang tidak pernah disangka akan bertemu, serta mengenal ketinggian di beberapa puncak yang telah terlewati.

"arti persaudaraan" menuai pelajaran begitu penting bagi saya pribadi. Pada awalnya saya yakin jika kami tidak akan terlantar di tanah orang tersebut karena disana ada paguyuban sedarahku tidak akan pernah menelantarkan kami. dan ternyata aku salah telak pada poin ini.
"asrama sedang di perbaiki, kami juga harus tidur berdesakan di asrama yang satunya karena asrama yang disebelah sedang di renovasi.." ucap ratu yang berasal dari Aceh utara.
dia berdua dengan temannya kala itu (aku lupa dengan nama perempuan yang satu lagi)
kami bertemu mereka kala mereka hendak keluar dengan menggunakan sepeda motor.
jawaban mereka seakan-akan mereka resa untuk menampung kami.
"jadi gimana kak??"
tanya perempuan itu lagi karena buru-buru hendak pergi..

karena responnya datar dan tidak bersahabat, maka dengan kecewa aku jawab,
"tak apa-apa dek.."
(padahal kala itu hati sudah mendidih karena kecewa)
pengalaman serupa jua terjadi ketika kami pertemu dengan mahasiswa lainnya yang bernama Ami.
namun ini lebih sedikit rasional karena mengajak untuk menginap walau kami tau itu hanya berbasa-basi, karena setelah mengajak itu dia langsung kembali masuk ke dalam Asrama putri.

kami kecewa berat kala itu.
kecewa dengan "pertalian darah itu". kecewa dengan sikap yang bernama "mahasiswa itu"

sikap kecewa memang sewajarnya terasa dan membekas dalam, ketika awal ekspektasi kami yang begitu besar terhadap paguyuban tersebut di awal sebelum langkah kami kesana. dan itu akhirnya langkah pertama dan terakhirku untuk menjejak asrama itu.

kami malu, dengan teman yang mengantarkan kami ke asrama tersebut, karena dia tidak memiliki latar darah yang sama namun peduli dengan diman kami akan menginap dimalam itu.

menjadi pertanyaan besar di otakku kala itu. dimana rasa persaudaraan seperantauan itu?
apakah sudah terpenggal oleh kemoderenan dan juga rasa "nafsi-nafsi."?
apa yang terjadi dilingkungan asrama itu?
apakah semuar penghuni memiliki sikap yang sama?
apakah  ini hanya terjadi kepada kami saja?
atau kami adalah korban kesekian..??

begitu banyak pertanyaan yang bergelantungan yang menunggu pencerahan.
dan mencoba menenangkan diri bahwa kami hanya sial saja bertemu dengan anak-anak ingusan yang BELUM mengerti arti merantau dan jauh dari rumah.
atau sikap kami yang salah karena datang pada moment yang tidak tepat. (tapi apakah harus menginap di asrama yang di biayai oleh pemerintah Aceh sendiri harus melalui prosedural yang berat, sedangkan kami hanya membutuhkan menginap beberapa malam saja.??)

dan akhirnya kami meninggalkan asrama itu dengan kecewa.
kami akhirnya bermalam dirumah salah seorang teman. dan kami tinggal di rumah kosong disebelahnya.
Tuhan kami bermalam di sebuah rumah, serasa memiliki rumah sendiri di negeri orang. walau hanya beberapa malam. :D

beberapa waktu di tanah itu. JOGJA

Tuesday, October 1, 2013

keberangkatan menuju jogja

..dan akhirnya telah diputuskan jika pada tanggal 27 Agustus aku akan berangkat menuju Jakarta bersama dengan temanku yang bernama Dina.
Pada awalnya keraguan itu datang silih berganti karena kondisi keuangan yang sangat mepet dan sulit.

Namun aku ingin pergi sejenak dari kota ini, membawa luka di hati dan mencoba menyembuhkan diri di sepanjang perjalanan nanti. dan tentu saja hanya aku yang paham dan mengerti akan luka dan perih itu. aku harus pergi.

Dengan bermodal uang yang pas-pasan akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket pesawat lion air pada tanggal 27 mendatang. padahal sebelumnya kami mendapatkan harga tiket murah dengan tujuan yang sama. Tapi kala itu tidak satupun  dari kami berdua  mengantongi uang. dan walaupun agak sedikit mahal, maka tiket itu kami beli juga.

Dengan di Antar Akbar aku sampai ke Bandara iskandar Muda dan Dina di antar oleh lelaki yang sudah dianggap seperti abangnya sendiri, walaupun mereka agak terkendala karena harus di tilang polisi karena tidak membawa STNK, Parah..!! walhasil mereka kebut-kebutan untuk bisa sampai ke bandara tepat waktu, padahal kala itu waktunya mepet sekali. Bersyukur naaik Lion karena mendapatkan Dispensasi "Delay" selalu. hahaha....

Setelah selesai Check in dan mengurus Tas ke bagasi maka baru tenang rasanyaa. tinggal membayar airpotect yang harganya 25 ribu rupiah per orang, maka semua selesai tinggal menunggu di ruang tunggu serta keberangkatan.

ah, kala keberangkatan tiba, hatiku mulai kacau. dan tetap saja berpenampilan biasa saja di depan dina.
dan predikat si raja selay untuk lion air juga belum berubah. kami delay dari banda Aceh dan juga ketika transit di Medan. walhasil baru jam 10 lewat kami sampai ke Bandara Sokarno Hatta. Alhamdulillah.
disana kami sudah di tunggu oleh Jay dan Acong dan segera membawa kami ke sekret mereka di WAMAPALA. sederhana namun penuh keakraban.

bukan Acong namanya jika tidak menghambat perjalanan kami dengan alasan,
"ah kalian payah..!! masak baru nyampe langsung pergi lagi..!!"
ketika kami mengutarakan niat untuk besok bisa berangkat ke Jogja. Acong bertingkah dengan tidak mau mengantarkan kami, walhasil baru lusanya kami bisa berangkat ke Jogja dengan menggunakan Kereta Api di Pasar senen menuju Lempuyangan-Jogja.

9 jam di Kereta Api bukan merupakan waktu yang singkat, dengan keadaan kereta yang Panas menyengat, walaupun ada AC yang "bertenggeng" gagah diatas kepala.suasana benar-benar tidak nyaman. dan Dina mendapatkan berita kurang bagus dari keluarganya, dengan wajah murung dan sesekali air mana tertumpah jua.
kereta apinya banyak berhenti dan itu jua yang menyebabkan kami terlambat sampai di Jogja. disana kami sudah di tunggu oleh Kang Gapo, temanya Dina.
karena perut sudah lapar kami di Ajak makan malam di Angkringan, dan duduk di atas tikar yang di lentangkan pada trotoar.
pertama kali aku merasakan  makan dengan kondisi duduk langsung di Atas trotoar jalan. Gila ne negeri  (otakku berceracap..!!). tetap saja rasa lapar mengalahkan rasa gengsiku.. aku makan dengan lahap- pake nasi tambah juga :)

karena sudah larut malam dan kelelahan -2 malam di Jakarta kami tidur kurang nyaman karena harus bertarung dengan nyamuk- maka kami memutuskan untuk malam ini akan menginap di hotel murah meriah.
dan setelah keluar masuk hotel beberpaa kali akhirnya  menemukan sebuah hotel kecil. kang gapo juga pulang dan berjanji akan menemui kami keesokan harinya.

kami tidur lelap malam itu. nyaman.. :D

dan tuhan baru kali ituaku sarapan pagi hanya dengan sekerat roti bakar dan secangkir kopi..
hahaha... udah seperti gaya western saja..

sembari menyeruput kopi kental yang sedikit aneh dilidah, aku menikmati suasana pagi di jogja dari lantai paling atas penginapan tersebut.

dan semua terlihat berdesak-desakan dengan beratapkan genteng dari tanah liat, orang-orang berlalu lalang di jalan dengan beragam gaya, ada yang berjalan kaki dengan memakai baju daster, ada yang bersepeda ontel, naik becak dayung, sepeda motor, hingga mobil. cuaca lumayan menyengat kala itu.

Aku diliputi perasaan bahagia karena akhirnya aku sampai juga di kota JOGJA...!!!
:D






dari salah satu tulisanku kala itu.

tentang mu (sedikit)

Malam ini begitu menarik. bulan purnama pada pertengahan syawal ini begitu terang menderang. Seakan sempurna untuk lampu yang berderang bagi alam.
seteguk sanger di awal malam beranjak, kembali menyegarkan hati ini. Memang sudah sangat lama tidak merengguk sanger (minuman khas Aceh itu). Rasa kopi yang sedikit pahit bercampur rasa manisnya susu kental manies seakan merupakan replika hidup ini yang seimbang anatara manies dan pahit.
duduk di warung kopi di awal malam ini, sebenarnya bukan aktivitas yang di rencanakan, akan tetapi kesempatan yang berdatang karena tergoda secangkir sanger panas dan kental.
Berbeda dengan warna bulan yang cerah atau rasa sanger yang mantap, hati ini sungguh berada di luar jangkauan. Jauh pergi melanglang buana dengan perasaan yang tidak menentu ini. Seakan jiwa dan raga tidak bersama, ada sedikit roh yang terpasung pada raga yang lain.
Raga yang beberapa waktu terpuja oleh rasa yang tidak pernah terduga. Berhadir tanpa perencanaan dan ternyata sungguh menyita waktu dan perasaan. Terkadang basah oleh ceria dan terkadang kering kerontang karena duka yang tidak berbentuk.
Sungguh, aku tidak tau itu, apakah harus dirutuki dengan berdarah-darah atau justru harus didyukuri dengan mata berbinar.
Rasa yang sebenarnya perlu dipertanyakan, apakah harus dipertahankan atau segera dihapus dan dibuang. Tapi apakah semudah itu?
Tidak mudah, kala tidak punya secuil komitment karena hanya menduga-duga dari tatapan mata, gerak tubuh, suara pesan yang menderit di HP sedangkan dari lisan tidak pernah terdengar kebenaran yang nyata. Semua berdasarkan dugaan yang bisa saja diputar balikkan dengan semena-mena, karena tidak cukup mental untuk bisa bertahan atau mempertahankan..
dan aku adalah korban segar yang ditertawakan..
Rasa itu memang bodoh adanya, di luar logika dan akal sehat. Namun cukup membuat hati ini sedikit tercoreh bahagia walau bergunung derita.
dan begitulah rasa itu adalah cinta.
hilangkan atau pertahankan, sampai aku bosan dan melangkah pergi..